Terkait Makanan Yang Diberikan Penyedia Jasa Katering Bermasalah, Dispora Sumsel Ganti Penyedia Jasa Katering Pelatda

News, Sumsel
Jasa Katering Bermasalah , Penyedia Jasa Katering

Palembang, LamanQu.idSetelah kasus katering yang memberikan nasi basi yang tidak layak konsumsi pada atlet Sumatera Selatan yang sedang melakukan pelatihan terpusat di komplek Jakabaring Sport City, Senin(1/7) di tower 5, mengakibatkan beberapa atlet dan pelatih protes.

Untuk meningkatkan semangat para atlet dan pelatih, KONI Sumsel dan Dispora Sumsel menggelar pertemuan di Gedung B Wisma Atlet, JSC Palembang yang dihadiri langsung oleh Ketua Harian KONI Sumsel Aliandra Pati Gantada, Sekretaris Umum Tubagus Sulaiman, Wakil Ketua Umum I Arianto dan Kadispora Sumsel Rudi Irawan, Sabtu (6/7/2024).

“Kita terus beri motivasi pada seluruh atlet. Semangat mereka luar biasa,” ujar Ketua Harian KONI Sumsel Aliandra Pati Gantada.

Gantada menegaskan, tak ada kendala serius yang dialami atlet di Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) saat ini. Termasuk makan minum dan kebutuhan atlet, lanjutnya, semua sudah terpenuhi.

“Saya pikir, Sumsel jauh lebih siap dibanding provinsi lainnya,” sambung mantan ketua DPRD Sumsel.

Terkait ada sedikit kejadian makanan atlet yang bermasalah, Gantada menegaskan, semua sudah diatasi dengan baik. Baik KONI Sumsel, Dispora Sumsel, dan penyedia jasa katering, sudah duduk bersama dan sudah diselesaikan dengan baik.

“Untuk saat ini, KONI Sumsel yang bertanggung jawab untuk kebutuhan makan minum atlet sampai ada penyedia.jasa katering yang baru,”tukasnya.

Begitu juga diungkapkan Kadispora Sumsel Rudi Irawan. Dia menegaskan, kontrak dengan penyedia jasa katering yang lama, diputus pada Minggu, 7 Juli 2024.

“Jadi, mulai Senin, 8 Juli 2024, kita mulai membuka kontrak baru lagi untuk penyedia jasa katering atlet,” ujar Rudi.

Dirinya jiga memastikan, tidak ada masalah apapun yang dialami atlet Sumsel. “Semua fokus untuk PON 2024. Mereka semua punya tekad kuat untuk mengharumkan nama Sumsel,” kata Rudi.

Sementara itu, pelatih silat Sumsel Abas Akbar menambahkan, kontingen Sumsel sudah nyaman dengan kondisi saat ini. Mereka tidak terpengaruh dengan hal-hal sepele, yang memang bisa dan cepat diselesaikan dengan baik.

“Sekarang ini adalah fasenya siap ‘perang’ di PON 2024,” kata Abas.

Semua atlet, sambungnya, fokus menjalani Pelatda dan semua saling support. “Berjuang untuk mengharumkan Sumsel di PON 2024,” tandasnya.

Sebelumnya, salah seorang atlit yang tidak mau menyebutkan namanya, hari sebelumnya juga pernah terjadi keterlambatan pengiriman catering yang seharusnya makan siang dikirim jam 12.00,WIB, namun pihak catering baru mengantar pada pukul 14.10. WIB, dan menilai bahwa makanan yang disajikan kurang memiliki asupan gizi yang cukup, hal tersebut disampaikan oleh beberapa atlet dan pelatih yang sedang latihan terpusat.

“Kami sangat terkejut dan kesal kenapa kami di suruh makan nasi yang sudah basi dan kami perlu menyampaikan juga bahwa makanan yang disajikan kurang memiliki asupan gizi yang cukup, belum lagi lambatnya pihak catering dalam mengirimkan makanan untuk kami, sebab kami berlatih dari pagi hingga siang yang telah membuang energy begitu banyak tapi ketika waktunya makan kami mengalami hambatan,” terangnya.

Akibat dari ketidak profesionalan pengelola catering, pemerhari zigi atlet Sumsel, Rahman akan menindaklanjuti perkara tersebut yang terindikasi pengadaannya tidak melalui proses yang benar sesuai dengan aturan dengan berkoordinasi bersama aparat penegak hukum untuk mengambil langka – langka hukum agar kedepan tidak ada lagi kasus serupa yang dapat merugikan konsumen.

“Kami akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum karena kami telah melakukan investigasi bahwa pengadaan makan minum atlet tersebut juga tidak melalui proses lelang ataupenunjukan langsung padahal pagunya diatas satu Milyar Rupiah sehingga aparat dapat mengambil langka hukum agar permasalahan tersebut tidak terulang kembali dan pengelola catering harus bertanggung jawab terhadap kinerja mereka yang buruk,” tandas Rahman.

Sementara itu Ketua YLKI Sumsel DR. RM. Taufik Husni, menyatakan bahwa pengiriman nasi yang sudah basi ke konsumen merupakan pelanggaran berat dan harus diproses sesuai aturan yang berlaku karena mengakibatkan kerugian pada konsumen dan pihak pengusaha catering harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

“Kalau benar itu terjadi maka itu merupakan pelanggaran berat dan pengusaha catering harus bertanggung jawab karena sudah menimbulkan kerugian bagi konsumen,” tegas Taufik.

Taufik juga menambahkan bahwa akan melakukan somasi dan mengecek ke lapangan tempat usaha catering tersebut untuk melihat apakah proses pembuatan makanan dan minuman sudah memenuhi standar atau belum, kalau belum jelas kami akan merekomendasikan untuk segera diputus kontrak dan pengusaha tersebut tidak boleh melakukan usaha catering sebelum memenuhi unsure yang standar.

“Dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait serta melakukan pengecekan dilapangan tempat pembuatan makanan pemilik usaha catering, kalau kita temukan ke tidak beresan kami akan melayangkan somasi,” kata Taufik.

Di pihak lain DPD Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI) Sumsel, Susi Sulaiha, menyampaikan bahwa sebenarnya pihak pengusaha catering harus menyampaikan apa yang menjadi pesanan konsumen secara baik dan propesional, apalagi makanan atlet yang akan berlaga di PON harus memiliki asupan gizi yang baik.

“Kami hanya bisa menyampaikan bahwa pihak pengusaha catering harus mengikuti acuan apa yang diinginkanoleh konsumen terkait menu makan, apalagi makanan tersebut akan di konsumsi oleh atlet yang akan berlaga di PON nanti sudah seharusnya memiliki kadar asupan gizi yang baik agar para atlet dapat mencapai prestasi yang gemilang,” ulas Susi.

Sampai berita ini di turunkan pihak pengusaha Catering. CXX yang beralamat di jalan veteran Palembang belum memberikan komentarnya padahal awak media sudah beberapa kali menghubungi No. WA salah satu pengawai catering AR, di Nomor. 0812716568XX meski ber dering namun tidak mendapatkan respon.