Pengunjung Keluhkan Kondisi Fasilitas Umum Dibalik Meriahnya Festival Gandrung Sewu di Pantai Marina Banyuwangi

Jatim, News
Festival Gandrung Sewu , Pantai Marina Banyuwangi

Banyuwangi, LamanQu.idDibalik meriahnya festival Gandrung Sewu. Justru torehkan keluhan dari pengunjung festival dari beberapa daerah.

Festival Gandrung di hadiri segenap Forkopimda Banyuwangi. Festival yang menjadi agenda per tahun Kabupaten Banyuwangi tersebut tetap di berrtempat di destinasi wisata Pantai Marina boom, kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur.

Kegiatan festival sendiri di laksanakan selama 3 hari, di mulai pada hari Kamis (14/09/2023) dan berakhir di hari Sabtu (16/09/2023).

Ribuan pengunjung yang hadir tidak hanya berasal dari masyarakat Banyuwangi semata. Bahkan terpantau banyak wisatawan asing ikut serta berjubel dengan semua pengujung di karnakan festival Gandrung Sewu menjadi festival tingkat nasional maupun internasional.

Akan tetapi dari meriahnya kegiatan festival Gandrung Sewu tersebut tuai keluhan akan Fasilitas umum berupa tempat ibadah (Musholla) yang berada di pusat festival berlangsung.

Menurut Mariati, dirinya kurang nyaman dengan kondisi musholla dan fasilitas yang seharus menjadi prioritas pihak pengelola Marina boom.

“Festival ini luar biasah dan sangat menghibur mata, akan tetap kondisi musholla nya sangat memperihatinkan, bahkan dalam ibadah tidak ada skak batas antar pria dan wanita, sehingga tumplek blek menjadi satu,” terang warga kota Jember tersebut.

Dirinya menambahkan, “Terus terang sayang kurang nyaman. Di mana banyak mata yang melihat, terlebih itu dari kaum Adam. Maka kami berharap pihak Pemkab Banyuwangi dan pengelolaan lebih memperhatikan hal tersebut agar pelaksanaan festival bisa sukses dengan sempurna,” paparnya.

Hal senada di Katakan di katakan widarta setelah pemaparan warga kota Jember. Menurut widarta, fasilitas umum (Fasum) seharusnya menjadi PR pihak Pemkab dan pengelola Marina boom.

” Kepuasan pengunjung merupakan pencapaian yang luar biasa, dari pengunjung yang selalu meluber tiap tahunnya, adanya Fasum yang layak harus tetap di perhatikan, terutama untuk sampah yang berserakan Selama festifas berlangsung. Sama hal nya dengan fasilitas ibadah tadi mas, dimana tempat ambil wudhu nya pun jadi satu antara wanita dan pria. bahkan mirisnya tanpa mengunakan tirai atu skak dengan tujuan untuk menjaga aurat kaum hawa tetap terjaga,” ungkap Yanto pengujung festival dari kota Genteng.

Sementara saat awak media LamanQu.id mencoba melakukan konfirmasi ke pihak pihak terkait masih belum bisa, di karenakan masih sibuk dengan pelaksanaan kegiatan Gandrung Sewu 2023.

“Kami harap pihak – pihak terkait lebih teliti dan memberikan respon atas apa yang menjadi hak pengujung, rasa aman dan nyaman lah yang kami butuhkan, dari semua fasilitas yang berada di tempat festival,” pungkasnya.