Peringati Hakorda, Sekda Provinsi Sumsel Tekankan Pentingnya Membangun Karakteristik Bangsa Dimulai dari Siswa

Hari Anti Korupsi Sedunia
google news, lamanqu

Palembang, LamanQu.idPeringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakorda) Provinsi Sumsel dilaksanakan di Gedung Serba Guna SMKN 2 Palembang, Senin (5/12/2022). Hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Provinsi Sumsel Ir. SA Supriono, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Drs H Riza Fahlevi MM, kepala sekolah dan ratusan siswa SMA dan SMK di Sumsel.

Sekda Provinsi Sumsel Ir. SA Supriono mengatakan, dengan adanya peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakorda) minimal mereka sudah tahu bahwa korupsi itu adalah tindakan yang tidak baik. ” Jadi kami berharap nanti dari awal membangun karakteristik bangsa itu dimulai dari siswa di sekolah,” ujarnya.

“Tujuannya adalah agar mereka mengerti dan paham tentang anti korupsi. Jadi mereka tidak hanya tahu melalui media yang selama ini mereka lihat, jadi kami mengundang siswa dan semua penyuluh anti korupsi yang ada di Sumsel,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Drs H Riza Fahlevi MM menambahkan, pada Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakorda) Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel ditunjuk oleh Pemprov Sumsel untuk tuan rumah penyelenggaraan di tahun 2022 ini.

“Tentu kita sambut baik. Intinya memang tepat pelaksanaanya di Diknas Sumsel karena generasi muda ada yakni para pelajar harus paham tentang anti korupsi,” katanya.

Lebih lanjut Riza menuturkan, kegiatan ini diikuti sekitar 50 sekolah, dengan peserta sekitar 500 siswa.

“Siswa bukan saja mendengar penyuluhan, tetapi mereka membuat karikatur bagaimana melawan korupsi tersebut. Ada pemenangnya nanti,” ucapnya.

Riza menjelaskan, anti korupsi ini menyeluruh dari kalangan muda sampai kalangan tua.

“Tadi ada pertanyaan dari siswa yang mengungkapkan kalau dari atasnya saja sering terlihat yang tidak jadi contoh, maka harus tahu walaupun bapaknya sendiri tidak baik jangan dicontoh. Kalau itu tidak benar sama saja pemberantasan narkoba anak-anak semakin pintar jika orang tuanya pemakai atau pengedar jangan diikuti,” katanya.

“Pesan saya kegiatan ini jangan seremonial saja. Tetapi harus ada implementasi, faktanya untuk berlaku apa adanya untuk berlaku secara jujur. Hal sekecil apapun anak-anak atau guru atau sekolah harus menunjukkan kejujuran,” tandasnya.

Pos terkait