Meteran Listrik di SMPN 4 Palembang Dicabut, Ini Tanggapan dari Diknas Palembang

Meteran Listrik SMPN 4 Palembang Dicabut
google news, lamanqu

Palembang, LamanQu.idMeteran listrik di SMP Negeri 4 Palembang dicabut PLN pada Rabu (2/11/2022). Mirisnya, pencabutan meteran listrik dilakukan PLN saat guru sedang rapat.

Waka Kesiswa Yusnidinarti mengatakan, pada hari Rabu (2/11/2022) saat lagi rapat tiba-tiba ada pencabutan listrik.

“Ketika ada pencabutan meteran listrik, Kepsek dan Bendahara langsung mengurus di PLN sore harinya. Langsung dilunasi tagihan listrik sorenya langsung dipasang lagi,” ujarnya saat diwawancara di sekolah, Jumat (4/11/2022).

“Artinya diganti dengan token saya kurang. Tahu tapi saya lihat foto yang dikirimkan oleh satpam yang dipasang seperti meteran token,” tambah Yusnidinarti.

Lebih lanjut dia menuturkan, semua yang mengurus tagihan listrik semuanya bendahara. “Jadi saya tidak tahu kenapa tidak dibaya. Mestinya jangan teledor, karena besok hari kamis kita ada acara tapi diputus PLN,” katanya.

“Benar ada pemutusan terus diurus oleh kepala sekolah dan bendahara langsung ke PLN dan sorenya dipasang lagi,” ucapnya.

Ketika awak media ingin wawancara bendaharanya SMP Negeri 4 Palembang, dia menuturkan, kalau bendahara jarang masuk. “Karena masih muda, jam segini jarang masuk biasanya nganter anak antar istri. Kalau sekarang saya kurang tau dimana bendahara,” bebernya.

“Bendahara ini anak muda. Sepertinya teledor, yang memegang dana BOS adalah bendahara jadi saya kurang tau mengapa tagihan listrik itu belum dibayar sehingga meteran dicabut pada Rabu kemaren,” katanya.

Sementara itu, Kabid SMP Diknas Palembang, Lukman mengatakan, informasi terkait pencabutan meteran listrik di SMP Negeri 4 Palembang itu baru dia terima hari ini.

“Jadi terima kasih atas informasi yang sudah bapak ibu sampaikan. Ini jadi bekal dari informasi ini kami akan mengutus teman dari Dinas Pendidikan Kota Palembang di bidang SMP untuk turun ke lokasi untuk mengecek kebenaran daripada informasi ini,” katanya.

“Termasuk juga seandainya informasi ini memang benar hal apa yang akan menjadi penyebab dari pencabutan meteran ini kalau memang di situ terdapat pihak-pihak yang lain apalagi hal tersebut mengakibatkan kesengajaan maka kami akan memberikan tindakan yang tega. Ink diperlukan agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi dan tidak terulang kembali dan juga menjadi pelajaran bagi teman-teman kepala sekolah maupun guru di SMP lainnya di kota Palembang,” tandasnya.

grand fondo

banner 17 agustus, baner hut ri

baner hut ri ke 77, baner pemkot

hut muba ke 66

Pos terkait