Korban Kira Pelaku Merogoh Uang Untuk Membayar Tau Tau Pisau Dihujamkan Bertubi Tubi Ke Korban

google news, lamanqu

BANYUASIN, LamanQu id–-Terjadi dugaan Perampokan sadis terjadi di sebuah Warung di Dusun II, Desa Gasing, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaen Banyuasin, Jumat (26/08/2022) pagi sekitar 08.27 WIB.

Korban nya adalah Elen Maizar (40), Ibu rumah tangga yang mana video nya juga viral di medsos serta atas kejadian tersebut terdapat 17 luka di beberapa bagian tubuh korban.

Ellen yang saat ini dirawat di rumah sakit Myria KM 7 Palembang baru saja selesai operasi memberi keterangan nya kepada media ini, Sabtu, (27/08/2022)

Dia menuturkan bahwa kejadian yang tidak dia duga sebelumnya di pagi nahas tersebut usai dirinya melakukan kegiatan rutin nya mengantar anak anak nya berangkat sekolah sebab sang suami Mas Heru sedang bekerja di luar kota.

Elen saat ditemui di rumah sakit ditemani sang suami (Mas Heru) menceritakan awal kejadian bahwa baru saja dirinya membuka warung nya, kemudian dia didatangi seorang pria yang tidak lain adalah sosok pria bernama RF yang tidak jauh tinggal dari warung nya.

Pelaku RF ini terang Elen, merupakan pelanggan dan tetangga korban yang sering top up dana untuk pembayaran online.

“Namun dalam dua minggu terakhir pelaku beberapa kali datang menanyakan barang yang tidak dijual di warung, “kata Elen

Informasi dihimpun dari tetangga korban RF pria pengangguran memiliki 3 orang anak dan sudah berpisah dengan istrinya.

Dikira  Merogoh Dompet untuk Membayar Korban, Tau tau RF Merogoh Pisau lansung dihujamkan mengarah jantung Elen

RF ini kata Elen mendatangi nya hendak mengisi Dana Top up yang mana kali ini dia ingin mengisi Dana sebesar 250 ribu.

Mendengar ucapan RF dana yang dia (RF) hendak isi (Top up) tersebut 250 ribu rupiah dan sebagai pedagang dia (Elen) merasa perlu menyampaikan bahwa dengan top up sebesar 250 ribu tersebut RF harus membayar margin lebih yakni 265 ribu rupiah dan harga tersebut lazimnya seperti itu.

RF pun menurut penuturan Elen mengatakan iya. Dan sebab Hape nya yang ia (Elen) biasa gunakan untuk transaksi (Top up) sudah ditangan nya dia pun mengetik kode perintah top up.

Elen dengan posisi duduk agak sedikit berhadapan dengan RF menunggu hingga dana (uang) dikeluarkan oleh Pelaku (RF).

Dengan posisi sangat begitu dekat dan sebagai pedagang tentu sangat hapal betul gerakan siapa saja datang belanja di warung nya ketika hendak membayar dengan mengeluarkan uang baik itu dari saku kiri dan kanan atau uang digenggam dan seterusnya.

Tiba tiba tanpa Elen sadari sebelumnya bahwa gerakan pelaku RF seperti merogoh dompet yang biasa ditaruh kantung celana sebelah kanan, malahan yang keluar adalah sebuah pisau dan langsung dihujamkan pelaku ke jantung Korban.

Elen sebagai seorang perempuan yang lemah berusaha menghindar tusukan dan hujaman senjata yang membabi buta ke arah tubuh nya.

Mungkin saja naluri perempuan dia (Elen) sempat berteriak minta tolong dan ternyata teriakan itu la membuat tetangga ada yang mendengar.

Tetangga yang mengetahui dari mana arah teriakan minta tolong itu berasal, menuju ke Warung nya yakni di mana kejadian hampir membuat dia (Elen) yang tengah tidak berdaya nyaris tewas.

Pelaku menurut penuturan Elen tiba tiba kabur setelah mengetahui ada tetangga yang datang untuk membantu.

Melihat kondisi Elen berlumuran darah tetangga pun membawa nya ke RS Myria.

Atas kejadian tersebut Mas Heru (suami Korban) berharap pelaku yang saat ini sudah ditahan Polisi dapat dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku atas perbuatan yang hampir menghilangkan nyawa istri nya itu.

Dia pun mengucapkan apresiasi dan sangat berterimakasih atas kesigapan Polisi dalam hal ini Polsek Talang Kelapa sudah begitu cepat menangkap Pelaku. (Tim/ari)

grand fondo

banner 17 agustus, baner hut ri

baner hut ri ke 77, baner pemkot

hut muba ke 66

Pos terkait