263 Warga Binaan Pemasyarakatan di Sumsel Bebas

pemberian remisi
google news, lamanqu

Palembang, LamanQu.idRemisi dalam rangka memperingati ke- 77 Kemerdekaan RI dilaksanakan di Lembaga pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Pakjo Palembang, Rabu (17/8/2022).

Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, hari ini ada dalam memperingati HUT RI ke-77 ada 263 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mendapat remisi bebas.

Bacaan Lainnya

“Ada pesan yang disampaikan kepada mereka yakni kembali dari sini agar mereka dapat diterima di di lingkungan masyarakat. Dan kita berharap mereka dapat lebih baik lagi dan bisa berprestasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Sumsel Hadir Dalam Kegiatan Pelantikan Pengurus IKADI Sumsel

“Saya apresiasi Kanwil Kemenkumham Sumsel dengan adanya program rumah tahfidz yang kita gencarkan, yang juga dilaksanakan di Lapas. Ada 100 orang hafiz Quran di Lapas, mudah-mudahan ini menjadi bekal mereka untuk menjadi insan yang lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumsel Bambang Haryanto mengatakan, pada hari ini dalam rangka HUT RI ke-77 Kemenkumham Sumsel menyelenggarakan kegiatan pemberian remisi kepada Warga Binaan Pemasyarakat Sumsel. Untuk Sumsel ada 11.275 WBP yang memperoleh remisi dari seluruh lapas di Sumsel.

Baca Juga :  Sistem Merit, Pemkot Palembang Jadikan ASN Profesional

“Penghuni lapas di Sumsel ini 16.000 orang lebih. Itu 60 persenya adalah kasus narkoba. Sehingga persentase yang mendapatkan remisi yang paling banyak itu dari yang kasus narkoba. Ada juga kasus-kasus yang lain juga sama mereka mendapat hak juga untuk memperoleh remisi besarannya antara 1 sampai 6 bulan,” bebernya.

“Hari ini yang WBP yang langsung bebas 263 orang, mereka langsung pulang hari ini,” tambah Bambang.

Setelah bebas, Bambang berharap mereka kembali ke lingkungan masyarakat dan keluarganya bisa bermanfaat untuk keluarga dan menjadi warga negara yang baik.

Baca Juga :  Kontingen Anggar Sumsel Disambut Sukacita Bawa Pulang Empat Mendali

“Pembinaan yang sudah diperoleh selama menjalani pidana mudah-mudahan bermanfaat untuk mereka dikembangkan. Karena banyak kegiatan dilakukan dan juga ada beberapa yang dari narapidana keluar jadi ustad. Mereka kita ajarkan kegiatan rohani berupa hafiz Quran. Selain itu kita juga memberikan berbagai keahlian sepertu membatik dan sebagainya,” tandasnya.

banner 17 agustus, baner hut ri

baner hut ri ke 77, baner pemkot

hut muba ke 66

Pos terkait