Desak Kejati Sumsel Nonaktifkan Kasi Intel Kejari Muara Enim

mahasiswa anti kekerasan, premanisme, aksi demo
google news, lamanqu

Palembang, LamanQu.idSolidaritas Aktivis, LSM, Wartawan dan Mahasiswa Anti Kekerasan dan Premanisme melakukan aksi demo di kantor Kejati Sumsel, Rabu (3/8/2022).

Puluhan masa aksi membawa spanduk yang berisi tuntutan yakni

Bacaan Lainnya

Pertama, mari bersama-sama bersatu mendukung kepolisian republik Indonesia memerangi dan memberantas tindakan ancaman kekerasan dan premanisme terhadap aktivis LSM wartawan dan mahasiswa di Sumsel.

Baca Juga :  HUT Ke-42, FKPPI Sumsel Harus Tetap Jaya

Kemudian kedua, bersihkan instansi pemerintah dan perusahaan dari premanisme.

Ketiga, hentikan tindakan kekerasan dan premanisme terhadap aktivis LSM wartawan dan mahasiswa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

Keempat, tindak tegas tangkap pelaku kekerasan premanisme terhadap aktivis LSM, wartawan dan mahasiswa yang telah terjadi selama ini di Sumsel.

Kelima, tegakkan hukum yang seadil-adilnya demi terciptanya tatanan pemerintahan yang bersih tanpa kekerasan dan tangkap aktor intelektual dan segera adili.

Koordinasi aksi, Rahmat Sandi mengatakan, di Kejari muara Enim ada kawan dari aktivis yang menyampaikan aksi damai terkait indikasi korupsi di Kejari Muara Enim.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sumsel Siap Memfasilitasi Mahasiswa Ke Presiden dan DPR-RI

“Jadi sewaktu kejadian, ada oknum premanisme yang mengacaukan aksi tersebut. Tetapi saat kita lihat video di situ kita lihat ada seperti kode untuk membubarkan itu dari pihak oknum Kejari. Oknumnya diduga kasi Intel,” ujarnya.

“Kita datang ke sini melakukan aksi demo, agar terjadi lagi di Sumsel. Kita ingin Kejati menindaklanjuti hal tersebut,” tambah Rahmat.

Setelah aksi, lanjut Rahmat, pihaknya akan beraudiensi dengan Polda Sumsel. Karena demokrasi penyampaian pendapat di Sumsel sudah dicederai banyaknya premanisme.

“Ancaman kepada kita semua LSM, aktivis, wartawan dan mahasiswa untuk menjadi kontrol sosial yang selama ini sering diintimidasi premanisme,” ucapnya.

Baca Juga :  Angkasa Pura Mengalami kerugian Sebesar 3 Milyar Perbulan

“Kita akan membuat laporan di Polda. Laporannya adalah LP pengaduan. Tuntutannya untuk ditangkap premannya. Untuk di sini, kami minta Kejati agar kasi intel Kejari Muara Enim dinonaktifkan,” tadasnya.

Kasi Penkum Kejati Sumsel Mohammad Radyan SH. MH menanggapi aksi demo menuturkan, akan menyampaikan apa yang disampaikan masa aksi kepada pimpinan. “Akan kita sampaikan apa adanya. Ini aksi tentang kinerja kejaksaan. Menurut kami,kinerja kejaksaan sudah optimal. Kita bekerja, biarlah masyarakat yang menilai,” pugkasnya.

banner pemkot, selamat idul adha, banner hari raya kurban

pecah rekor muri

banner pemkot, selamat ramadhan

Pos terkait