Inflasi Semakin Diperhatikan Ketika Tiga Ekonomi Terbesar Dunia Sedang Terhenti

google news, lamanqu

LamanQu.idInflasi menjadi perhatian utama ketika tiga ekonomi terbesar dunia sedang terhenti, sementara kondisi ekonomi global yang masih belum pulih dari pandemi dan invasi Rusia ke Ukraina, menghadapi prospek yang semakin suram dan tidak pasti.

Di bawah perkiraan yang di nukil dari IMF, Rabu (27/07/2022), “Perkembangan menurun kembali dari 6,1 persen tahun lalu menjadi 3,2 persen tahun ini dan 2,9 persen satu tahun dari sekarang, penurunan fokus tingkat 0,4 dan 0,7 dari April. Ini mencerminkan perlambatan pembangunan di tiga ekonomi terbesar diantaranya¬† Amerika Serikat, Cina, dan kawasan euro, dengan konsekuensi signifikan bagi sudut pandang dunia,”

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Tarif Cukai Rokok Naik 1 Februari 2021

Perkembangan Ekonomi Global

“Sedangkan ekspansi yang lebih tinggi dari yang diantisipasi, khususnya di Amerika Serikat dan ekonomi Eropa yang signifikan, memicu perbaikan kondisi moneter di seluruh dunia. Penghentian China lebih mengerikan dari yang diharapkan di tengah-tengah episode COVID-19, dan ada luapan yang disesalkan lebih lanjut dari konflik di Ukraina. Dengan demikian, hasil di seluruh dunia mengalami kontraksi pada kuartal kedua tahun ini.”

Meski mengalami pergerakan mundur, ekspansi di seluruh dunia telah berubah, sampai tingkat tertentu karena meningkatnya biaya pangan dan energi.

Berdasarkan laporan yang di tulis pada laman IMF, “Ekspansi tahun ini diperkirakan akan mencapai 6,6 persen di negara-negara maju dan 9,5 persen di sektor bisnis berkembang dan menciptakan ekonomi, sementara untuk amandemen naik dari 0,9 dan 0,8 fokus tingkat secara terpisah, dan diproyeksikan akan tetap meningkat lebih lama. Ekspansi juga telah berkembang di banyak negara, mencerminkan dampak tekanan biaya dari rantai pasokan yang terganggu dan pasar kerja yang umumnya tertutup.”

banner 17 agustus, baner hut ri

baner hut ri ke 77, baner pemkot

hut muba ke 66

Pos terkait