Disdik Provinsi Sumsel Gelar Bimtek Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian Aset

sosialisasi barang milik daerah
google news, lamanqu

Palembang, LamanQu.id –¬† Kegiatan sosialisasi barang milik daerah dalam rangka pembinaan, pengawasan dan pengendalian barang milik daerah dilaksanakan di Hotel Swarna Dwipa 27-29 Juli 2022.

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel H Markoginta Spd MM mengatakan, hari ini adalah pembukaan Bimtek pembinaan, pengawasan dan pengendalian barang milik (aset) daerah.

Bacaan Lainnya

“Jadi yang saya sampaikan saat pembukaan tadi, memang aset kita belum tertib. Oleh sebab itu, harus dibenahi. Sejak tahun 2017 kemarin kita sudah mulai benahi, jadi pembenahannya secara berkala tidak bisa selesai sekaligus. Karena dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Lebih lanjut Markoginta menuturka , kegiatan ini diikuti oleh beberapa kabupaten dan kota di Sumsel.

“Tidak semua kabupaten dan kota ikut. Rencana kami dibagi beberapa region. Untuk saat ini region Palembang dan sekitarnya. Nanti ada region Lahat, kemudian region OKUT, dan region Lubuklinggau. Selama ini yang sudah kami lakukan ini pembenahan-pembenahan tapi yang namanya aset memang agak rumit,” bebernya.

Markoginta menjelaskan, waktu penyerahan ternyata tidak seluruhnya diserahkan oleh kabupaten dan kota ke provinsi. Ini terbukti ada temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih ada beberapa aset yang belum diserahkan. Sehingga ketika dilakukan penelitian lagi, aset mana saja yang belum diserahkan oleh kabupaten dan kota ke provinsi. Karena statusnya masih tercatat di kabupaten dan kota harusnya tercatat di provinsi. Itu wajar karena waktu itu secara serentak seluruh Indonesia peralihan itu undang-undang 23 tahun 2014.

“SMA negeri dan SMK megeri di Sumsel lebih dari 400-an dan ada juga SLB. Jadi wajarlah ini bertahap. Ini tidak hanya di Sumsel tapi seluruh Indonesia jadi secara bertahap,” katanya.

“Mudah-mudahan nanti waktunya bisa selesai semua. Targetnya bisa selesai dua sampai tiga tahun ke depan. Kami juga perlu roadshow ke kabupaten dan kota melakukan pembenahan. Karena ada beberapa kabupaten dan kota yang melaporkan bahwa asetnya belum diserahkan ke provinsi. Baru-baru ini kami di OKU Selatan, kemudian Lahat dan ke depan kami turun ke kabupaten Muba karena banyak aset yang belum diserahkan,” ucapnya.

Markoginta mengungkapkan, aset yang diserahkan ini tentunya dalam kondisi bagus sehingga dicatat di SIMDA Kalau barangnya hilang rusak jangan dicatat di SIMDA.

“Contoh aset peralihan itu adalah komputer dan lain-lain yang seharusnya diserahkan tapi belum diserahkan. Karena belum diserahkan kepada kami harapan ke depannya adalah peserta yang mengikuti materi ini, kedepan mereka tahu minimal di sekolahnya mencatat barang-barang misalnya belanja modal dana BOS mereka dicatat di SIMDA,” bebernya.

Nanti smbung Markoginta, ada aplikasinya yang dibuat. Tapi tetap ada pengawasan dari Diknas setelah dicatat di SIMDA. “Harapan ke depan itu tentunya kami ingin aset ini tertib. Jangan tidak tertib karena setiap tahunnya terkaitkan dengan laporan keuangan hasil pemeriksaan BPK. Jadi kalau aset tidak tertib khawatirnya opini dari BPK berpengaruh. Selama ini Alhamdulillah kita sudah WTP sudah berapa tahun ini tahun ke 9 kita mendapat WTP. Itulah perlunya dilaksanakan bimtek ini sosialisasi itu untuk menambah pengetahuan mereka untuk bekal mereka melaksanakan tugas di lapangan untuk mengamankan aset,” pungkasnya.

grand fondo

banner 17 agustus, baner hut ri

baner hut ri ke 77, baner pemkot

hut muba ke 66

Pos terkait