SMPN 19 Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar

kurikulum merdeka belajar
google news, lamanqu

Palembang, LamanQu.idKepala SMP Negeri 19 Palembang, Drs.Maju P Simanjuntak mengatakan, sesuai dengan kebijakan nasional pihaknya sudah menyiapkan program pemulihan pendidikan. Karena dalam waktu 2 tahun lebih sejak pandemi covid-19 melanda, dirasakan ada learning lose.

“Anak-anak tidak bisa sepenuhnya mengikuti pembelajaran, karena ada kebijakan PJJ dan PTM terbatas. Maka inilah saatnya, pemulihan pembelajaran. Untuk di SMP Negeri 19 langkah yang dilakukan dengan memilih menerapkan kurikulum Merdeka Belajar. Karena Pemerintah memberikan tiga tawaran yakni dengan menerapkan Kurikulum 2013, atau Kurikulum Penyesuian atau menerapkan Kurikulum Merdeka,” ujarnya saat diwawncarai diruang kerjanya, Rabu (29/6/2022).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Maju menerangkan, pihaknya memilih Kurikulum Merdeka karena sudah disediakan flatform Merdeka Belajar bagi guru. Sehingga guru terbantu secara mandiri lewat sistem flatform Merdeka Belajar.

Baca Juga :  Pemkab Muba dan DPRD Tandatangani KUA-PPAS RAPBD 2022

“Dengan menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar, guru terbantu dalam menyiapkan pembelajaran ke siswa. Jadi guru dipandu di flatform Kurikulum Merdeka Belajar, karena ada panduannya. Selain itu, ada contoh-contoh pengalaman baik dari sekolah lain. Sehingga guru tinggal memilih sesuai dengan kondisi disekolah, jadi tinggal menerapkan. Kita memilih Kurikulum Merdeka Belajar untuk pemulihan pendidikan bagi siswa,” katanya.

Lebih lanjut Maju menerangkan, sesuai kebijakan nasional. Apakah tahun ajaran baru mendatang PTM atau PJJ, itu ada indikatornya. Yakni pencapaian vaksinasi disekolah dan daerah serta level PPKM.

“Untuk di SMP Negeri 19, capaian vaksinasi sudah diatas 90 persen dari jumlah siswa 1.103 siswa. Untuk vaksinasi warga Palembang sudah diatas 70 persen dan PPKM di Palembang itu berada pada level 1. Oleh sebab itu, kita sudah menyiapkan untuk pembelajaran 100 persen. Kita sudah menyiapkan kapasitas kelas agar bisa melaksanakan belajar setiap hari. Namun kita masih menunggu kebijakan Diknas Palembang, apakah stakeholder menyetujui . Mudah-mudahan disetujui stakeholder, sehingga tahun ajaran 2022-2023 bisa tatap muka 100 persen,” bebernya.

Baca Juga :  Semangat Pagi Satgas TMMD Kodim Palembang Siap Bangun Kampung Sungai Jawi

Sehingga, sambung Maju, pemulihan pembelajaran sinkron dengan program Merdeka Belajar. “Kita akan menggelorakan kembali semangat kepada siswa, serta guru-guru dapat mengabdi kembali dengan iklas. Sehingga kekurangan selama 2 tahun selama covid-19 bisa dikejar. Kualitas pendidikan tetap terjaga,” paparnya.

Maju mengungkapkan, selama PJJ dan PTM terbatas, pembelajaran memang belum bisa maksimal. Pasalnya, mungkin ada siswa yang terkendala mengikuti PJJ karena keterbatasan ekonomi karena tidak ada internet, sehingga tidak bisa ikut. Selain itu, saat PTM terbatas ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya. Karena memang dulu ada opsi pilihan saat itu.

Baca Juga :  Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Dorong Semua SMK Negeri dan Swasta Untuk Memperkuat Kerjasama dengan DIDUKA

“Jika pada tahun ajaran baru sudah dibolehkan PTM 100 persen. Maka kita akan menerapkan PTM 100 persen, tapi tetap mematuhi prokes. Kita akan gelorakan agar anak-anak hadir 100 persen. Kita juga menghimbau guru agar go head belajar dengan Kurikulum Merdeka Belajar. Sehingga ketertinggalan ini bisa dikejar dan kualitas pendidikan bisa dikejar dan ditingkatkan,” urainya.

“Harapan kita, siswa jangan lagi memikirkan PTM terbatas. Karena sekarang sudah normal, dan guru serta siswa harus menyadari sudah 2 tahun lebih kita learning lose. Sehigga pembelajaran yang tertinggal harus dikejar dengan sungguh-sungguh. Selain itu, guru harus melaksanakan pembelajaran dengan ketat dan mengejar ketertinggalan dengan tekad yang kuat,” tandasnya.

banner pemkot, selamat idul adha, banner hari raya kurban

pecah rekor muri

banner pemkot, selamat ramadhan

Pos terkait