Debi Destiana di Vonis 8 Tahun, Penasehat Hukum Ajukan Banding

perkara kepemilikan nakrotika
google news, lamanqu

Palembang, LamanQu.id – Sidang lanjutan perkara kepemilikan nakrotika yang menjerat empat terdakwa satu keluarga, yakni Mat Geplek (52), Faridah (56), Debi Destiana (27) dan Marcelia (40) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palembang.

Dalam persidangan yang diketuai Paul Marpaung SH MH, para terdakwa dihadirkan secara virtual guna mendengarkan putusan yang dibacakan majelis hakim, Kamis (6/1/2022).

Penasehat Hukum Ajukan Banding

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemufakatan jahat, membeli, menerima dan menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I yang beratnya melebihi 5 gram sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Baca Juga :  Curi Kabel Lampu Penerangan Jalan, M.S Arifin dan Kusnadi di Vonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara

“Mengadili dan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Mat Geplek dengan pidana penjara selama 7 tahun. Terdakwa Faridah, terdakwa Debi Destiana dan terdakwa Marcelia dengan pidana penjara selama 8 tahun,” tegas Paul.

Selain itu, majelis juga memberatkan para terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

Usai mendengar putusan yang dibacakan majelis hakim, terdakwa Mat Geplek menyatakan terima putusan tersebut, sedangkan terdakwa Faridah dan terdakwa Marcelia menyatakan pikir-pikir.

Sementara itu terdakwa Debi Destiana melalui penasehat hukumnya Desmon, SH menyatakan banding atas putusan majelis hakim.

Ditemui usai sidang Desmon, SH mengatakan bahwa dalam perkara pembuktian berdasarkan fakta persidangan terhadap kliennya dirinya menilai tidak memenuhi unsur dari pasal 183 KUHAP.

Baca Juga :  Cegah KKN, Kejaksaan Tinggi Sumsel Canangkan Pembangunan Zona Integritas 

“Dalam fakta persidangan yang kami jalani banyak sekali kejanggalan fakta-fakta dalam pembuktian terhadap terdakwa Debi Destiana. Dimana dalam pendapat hukum kami tidak memenuhi unsur 183 atau sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah hakim bisa menyatakan terdakwa tersebut bersalah,”ujarnya.

Untuk diketahui, dalam persidangan sebelumnya JPU Ursula Dewi, SH dari Kejari Palembang menuntut para terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun, denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

Dalam dakwaan JPU, diketahui kejadian bermula pada saat Tim Satres Narkoba Polrestabes Palembang melakukan penyergapan pada Kamis 17 Juni 2021 sekitar pukul 10.30 WIB dirumah Marcelia yang berada di Jalan Mayor Zen, Lorong Sukarame, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang.

Baca Juga :  Kasus Gratifikasi PTSL Berlanjut, Mantan Kepala BPN Kota Palembang Diperiksa

Dari penggeledahan dilantai 2 atas loteng atau plafon ditemukan 2 bungkus plastik bening berisi sabu seberat 15,54 gram, 3 ball plastik klip bening, sebuah timbangan digital dan uang tunai Rp 2,4 juta.

Tidak lama kemudian, datang terdakwa Debi Destiana, yang merupakan anak kandung terdakwa Faridah ke lokasi penyergapan di rumah terdakwa Marcelia.

Pada saat dinterogasi, terdakwa Marcelia mengaku barang bukti tersebut milik terdakwa Mat Geplek dan terdakwa Faridah yang disembunyikan di plafon lantai dua rumah terdakwa Marcelia.

banner 17 agustus, baner hut ri

baner hut ri ke 77, baner pemkot

Pos terkait