Rutan Kelas 1 Palembang Akan Optimalkan Pelayanan Berbasis HAM

Palembang, LamanQu.idRumah Tahanan ( Rutan) Kelas 1 Palembang telah melakukan pelayanan berbasis HAM. Bahkan kedepan, Rutan Kelas 1 Palembang akan semakin mengoptimalkan pelayanan berbasis HAM.

Kepala Rutan Kelas 1 Palembang Bistok Oloan Situngkir mengatakan, melalui pelayanan berbasis HAM maka pelayanan kepada warga binaan akan adil dan pendekatan secara kekeluargaan antara petugas dan warga binaan dapat terjalin.

“Kita harus adil dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Maka melalui rumus ini maka warga binaan dapat sepenuhnya terayomi dan kejadian yang tidak kita inginkan akan dapat di hindari,” katanya saat diwawancarai usai coffe morning dengan wartawan di Rutan Kelas I Pakjo Palembang Jumat (31/12/2021).

Bistok mencontohkan ada warga yang rajin bangun pagi untuk sholat subuh. Maka pihaknya akan memberikan hadiah kecil. Sehingga pendekatan secara kekeluargaan dapat terjalin. Maka jika warga binaan tersebut mau melakukan hal yang melanggar. Tentu warga binaan tersebut akan malu sehingga perbuatan tersebut tidak jadi dilakukan.

Baca Juga :  Warga Kecamatan Sukarami Usulkan Perbaikan Infrastruktur

“Pelayanan berbasis HAM contohnya sarana dan prasarana harus disiapkan semua berdasarkan HAM. Jalur untuk pengunjung tuna netra, disabilitas. Itu kita sempurnakan lagi, ” katanya.

Lebih lanjut Bistok mengungkapkan, untuk tahanan Tipikor saat ini di Rutan ini cukup banyak. Pelayanan yang dilakukan terhadap para warga binaan tidak ada spesial. Tapi tentu saja di sesuai dengan kondisi kesehatan para warga binaan itu sendiri. Seperti untuk AN yang kondisi kesehatan agak menurun, AN tidak bisa (BAB) jongkok. Maka dibuatlah kloset duduk, itu juga bukan termasuk barang mewah. Hal ini bukanlah pelayanan eksklusif tapi hanya menyesuaikan dengan kesehatan warga binaan .

Baca Juga :  Herman Deru Fasilitasi Vaksinasi Ratusan Anggota FKUB

“Kami tidak pernah menspesialkan siapapun juga. Semua kami berikan pelayanan dengan merata. Hanya saja beberapa kondisi kesehatan yang mungkin berbeda,” bebernya

Bistok mengungkapkan, warga binaan yang ada di Rutan Kelas 1 Palembang berjumlah 1.447 orang dengan jumlah pengamanan hanya 15 orang saja.

“Satu orang harus menjaga sedikitnya 91 orang. Itu hal yang mustahil dilakukan tanpa pendekatan kekeluargaan. Pendekatan kekeluargaan dan menjunjung sisi kemanusiaan wajib di lakukan oleh semua petugas. Saya tidak akan mentolerir jika ada petugas yang melakukan tindakan kasar kepada warga binaan,” ucapnya.

Ketika ditanya jadwal kunjungan, Bistok menuturkan, sejak ada covid-19 tidak ada jadwal kunjungan.

“Kami menjaga ketat warga binaan agar tidak terpapar covid-19. Sehingga dua tahun ini tidak ada kunjungan bagi keluarga yang ingin menjenguk. Namun kami menyiapkan wartel, agar warga binaan bisa menelpon keluarganya dan itu jadwalnya. Kedepan kami akan menyiapkan ruang khusus bagi yang ingin menjenguk warga binaan. Ruangannya akan diberi sekat kaca antara warga binaan dan keluarga yang menjenguk dan kami siapkan alat komunikasinya agar bisa bercengkrama,” tandasnya.

Baca Juga :  Jokowi Beri Pembekalan Pada Caleg Perindo

Ketika ditanya ada pemindahan tahanan tipikor ke Rutan Kelas 1 Palembang, Bistok menuturkan, pihaknya siap menerima. “Kalau kurang ruangannya kita buat lagi, ruangannya. Kalau disini sudah benar benar over kapasitas, kita akan memindahkan napi hukuman tinggi misal ke lapas Merah Mata, atau napi kasus narkoba ke Lapas khusus narkoba, dan untuk anak-anak ke LPKA. Sudah dikoordinasi, pemindahan sesuai penggolongan napi,” pungkasnya.

banner pemkot palembang, selamat ramadhan

banner pemkot, selamat ramadhan

Pos terkait