Dugaan Korupsi Rumah Sakit Kundur, JPU Hadirkan 7 Orang Saksi Dalam Persidangan

dugaan korupsi rumah sakit kundur

Palembang, LamanQu.id Sidang lanjutan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan turap Rumah Sakit Dr. Rivai Abdullah / Rumah Sakit Kundur yang menjerat dua terdakwa, yakni Rusman selaku Kasubag Rumah Tangga pada Rumah Sakit tersebut dan Junaidi, ST selaku pihak kontraktor dari PT Palcon Indonesia.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Sahlan Effendi SH.MH, JPU kejati Sumsel menghadirkan tujuh orang saksi dalam persidangan diantaranya, M Alimudin (Pejabat Pemeriksa Perintah Bayar), Ali Prasyad (Angotat PPHP), Jepri Hamsen (Ketua PPHP), DR Tufik Ari Gunawan (Ahli Konstruksi Perairan), DR Firdaus (Ahli Konstruksi Jembatan), Syam Iskandar (Ahli Konstruksi), Jumadi (Pemasok Pasir / Karyawan PT Jaya Beton Indonesia), Jum’at (10/12/2021).

Baca Juga :  Merasa Ditipu, CV Serasan Sekundang Mandiri Laporkan PT Nindya Beton

Dikonfirmasi usai sidang JPU Wilman Ernaldi SH.MH dari Kejati Sumsel mengatakan untuk keterangan para saksi yang dihadirkan dalam persidangan menguatkan dakwaan dari JPU, dan untuk persidangan yang akan datang Wilman menyebutkan akan memanggil tujuh orang saksi lainnya yang akan dihadirkan dalam persidangan.

“Ya untuk keterangan para saksi tadi menguatkan dakwaan kita, nanti ke depan akan kita hadirkan tujuh orang saksi lagi,” ucapnya.

Terpisah penasehat hukum terdakwa Rusman, Lisa Merida SH.MH didampingi Arif Budiman SH.MH mengatakan bahwa menurutnya kliennya sudah melaksanakan pekerjaan sesuai prosedur. Selain itu Lisa juga menyampaikan terkait uang sisa pembayaran yang tidak terpakai sudah dikembalikan oleh kliennya.

Baca Juga :  Pemilik Toko Kelontongan Tewas Dengan kondisi Kepala Ditutup Sarung

“Kalau prosedur sudah sesuai prosedur dan kalau pekerjaan yang dilakukan itu ada, sesuai pembayaran. Sisa pembayaran yang tidak terpakai dikembalikan ke negara itu terbukti semua,” ujarnya.

Sementara itu penasehat hukum terdakwa Junaidi ST, Agustina Novita Sarie SH.MH yang didampingi rekannya Muhammad Yusuf SH.MH menyangkal terkait dugaan pengurangan volume yang dilakukan kliennya. Menurutnya tidak ada pengurangan volume dari proyek tersebut, hanya saja naiknya perkara ini ke pengadilan karena adanya ahli konstruksi dari bandung yang mengatakan bahwa turap tersebut akan runtuh sebelum sepuluh tahun.

Baca Juga :  Ditengah Covid 19 Melanda Mana Ada Surut Semangat Kami 'Brantas' Narkoba

“Intinya begini kenapa perkara ini naik ke pengadilan, karena ada ahli dari bandung, tapi belum diperiksa. Ahli tersebut mengatakan turap itu sebelum sepuluh tahun akan rubuh, dan itu hanya asusmi. Nanti kita lihat dia memberikan kesaksian pakai rumus apa, faktanya sampai sekarang turap tersebut tidak rubuh,” jelasnya pada awak media.

banner pemkot palembang, selamat ramadhan

banner pemkot, selamat ramadhan

Pos terkait