Wagub Mawardi Yahya Resmi Tutup Jambore Daerah VIII Sumsel 2021

Jambore Daerah VIII Sumsel 2021
google news, lamanqu

Palembang, LamanQu.idWakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya optimistis Bumi Perkemahan Gandus mampu menjadi salah satu bumi perkemahan kebanggaan nasional karena didukung luas lahan dan kelengkapan fasilitas yang memadai.

Pernyataan itu diungkapkannya saat menutup kegiatan Jambore Daerah Sumsel VIII 2021 di Bumi Perkemahan Gandus Kwarda Sumsel, Selasa (30/11/2021).

Bacaan Lainnya

“Bumi Perkemahan ini harus kita jaga dan amankan bersama. Saat ini tanahnya sudah ada sertifikat, luasnya memadai dan fasilitas juga sudah sangat menunjang. Saya yakin ini bisa jadi salah satu bumi perkemahaan kebanggaan nasional,” ujar Mawardi.

Selain pemeliharaan bersama lanjut Mawardi, yang tak kalah penting dijaga adalah ketersediaan air bersih dan jaringan listrik yang menjadi kebutuhan dasar bagi peserta kegiatan ke Pramukaan di bumi perkemahan Gandus.

“Bersama kita harus menjaga ini. Karena jika ini ada gangguan tentu akan menghambat perkembangannya,” jelas Mawardi.

Baca Juga :  Temuan Harta Karun Sriwijaya di Sungai Musi Membuat Media Heboh

Iapun mengapresiasi Kwarcab Kabupaten Banyuasin dan sejumlah kabupaten yang telah membangun anjungan di dalam areal bumi perkemahan dan berharap ini dapat menginspirasi kabupaten lain untuk melakukan hal serupa.

Mawardi yang juga merupakan Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Waka Mabida) Gerakan Pramuka Sumsel, berharap menjelang Sumsel menjadi tuan rumah Perkemahan Bakti Saka Bhayangkara (Pertikara) Tingkat Nasional tahun 2022 mendatang, Bumi Perkemahan Gandus semakin siap digunakan.

Didukung akses jalan ke lokasi yang sudah mulus serta penambahan fasilitas masjid dan gedung serbaguna yang mampu menampung hingga 1000 orang diyakininya membuat persiapan Sumsel sebagai tuan rumah semakin matang. Mengingat akan ada sedikitnya 6000-7000 peserta luar daerah yang bakal berpartisipasi pada kegiatan Pertikaranas tersebut.

Terkait Jambore Daerah yang digelar sejak 25-30 November itu Mawardi juga berharap menjadi wadah menempa para Pramuka Penggalang menjadi generasi yang berkarakter dan memiliki jati diri.

“Di tengah proses pembangunan yang terus bergerak maju, peran generasi muda sangat penting dalam menentukan masa depan bangsa kita. Kemajuan bangsa dan negara di masa mendatang terletak di tangan generasi muda. Maka dari itu hal ini perlu dipupuk sejak dini,” jelas Mawardi.

Baca Juga :  Bumdes Tunjang Pemulihan Ekonomi Nasional

Jambore sebagai wadah pertemuan terbesar bagi Pramuka Penggalang terbaik se Sumsel. Melalui Jambore ini diharapkan anak-anak semakin bertambah berkembang ketrampilan maupun wawasannya.

“Ajang ini sangat baik untuk mereka meningkatkan silaturahmi, berkompetisi hingga meningkatkan kualitas diri,” jelasnya.

Iapun berharap bahwa selama Jambore Daerah ini dapat menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari dan dapat diterapkan, dijadikan contoh lingkungan sekitar di wilayah masing-masing.

Jambore ini kata Mawardi merupakan ajang yang berjenjang dimulai dengan Jambore Ranting sampai Jambore Dunia. Dimana para peserta membawa tanggungjawab dan menjaga serta meningkatkan nama baik masing-masing kontingen. Berbekal. Jambore Daerah ini diharapkannya dapat dilanjutkan ke Jambore Nasional dan Jambore Dunia.

Sementara itu Ketua pelaksana Jambore Daerah ke VIII Tahun 2021, Giri Ramanda Kiemas mengatakan Jambore Daerah kali ini sebagai ajang pertemuan dan silaturahmi bagi Pramuka Penggalang Se Sumatera Selatan. Selain itu juga menjadi ajang persiapan Sumsel sebagai tuan rumah Pertikaranas pertengahan tahun 2022 mendatang.

Baca Juga :  274 Pasis Dikreg LXII Seskoad Ikuti Seminar Pembinaan Satuan

“Penyelenggaraan ini juga menjadi bahan evaluasi kegiatan selanjutnya. Berdasarkan rekap sampai tadi malam ada sebanyak 7.461 orang yang berkunjung ke Bumi Perkemahan Gandus,” papar Giri.

Meskipun terdapat beberapa kendala dari segi kesehatan peserta dan akibat kelelahan mengikuti kegiatan namun sejauh ini masih dapat ditanggulangi bersama.

” Kami sangat bangga dengan semangat membara para adik-adik peserta yang tak padam ditelan hujan dan malam,” jelasnya.

Adapun rangkaian penutupan itu terdiri dari penyerahan stand terbaik, pada Kwarcab Kota Pagaralam, Kwarcab Banyuasin, Kwarcab Lubuklinggau serta penyerahan stand terbaik pada Satuan Karya (Saka), disusul kemudian pelepasan tanda peserta oleh Wakil Gubernur Mawardi Yahya serta Penyerahan bibit tanaman oleh Wakil Gubernur Sumsel kepada Plt Ketua Kwartir Daerah Pramuka Sumsel, Drs Riza Fahlevi.

banner 17 agustus, baner hut ri

baner hut ri ke 77, baner pemkot

Pos terkait