Martin Suhendri:Balai Besar POM Terima Dua Penghargaan Dari Pemerintah Kota Palembang

Balai Besar POM Terima Dua Penghargaan
google news, lamanqu

Palembang, LamanQu.idPenyerahan Penghargaan Pemerintah Kota Palembang kepada Balai Besar POM dilksanakan di Rumah Dinas Walikota Jalan Tasik Palembang, Selasa (26/10/2021).

Kepala Balai Besar POM Sumsel Drs Martin Suhendri mengatakan, pihaknya menerima dua penghargaan sekaligus.

“Yang pertama atas penurunan bahan berbahaya dipasar-pasar tradisional bahwasanya dari bulan April kami sangat intensif turun bersama pemerintah kota Palembang dibeberapa pasar dulu masih kita temukan pormalin, terutama pada mie dan alhamdulillah sekarang sudah zero formalin. Yang kedua kami sangat menyadari bahwa kebutuhan UMKM di kota Palembang ini sangat tinggi untuk mengurus izin edar, maka kami mendampingi dan dengan metode on the spot. Kalau dulu sistim jemput bola, kami langsung mendatangi pelaku usaha ini, kami bina dokumentasinya SOP nya dan lain lain,” ujarnya.

“Alhamdulillah tahun lalu kita MD itu hanya 46. Balai BPOM sekarang sampai dengan bulan september kemarin kita sudah bisa keluar dikota Palembang ini sudah 96 izin edar MD,” ujar Martin.

Lebih lanjut dia menuturkan, sekarang lagi trend pempek frozen. “Itu butuh konsen dengan kita mendampingi langsung kita juga mengharapkan dan telah menghayer beberapa perusahaan besar melalui CSR nya dengan program “Orang Tua Angkat” jadi salahsatu merk pempek yang ternama disini bersedia melakukan produksi lanjutan dengan teknologi frozen,” katanya.

“ Kalau UMKM kita terbatas tempat frozennya maka perusahaan yang satu ini bersedia untuk membantu UMKM yang ada dikota Palembang. Terima kasih kepada bapak walikota dan jajaran, telah kami terima dua penghargaan hari ini atas keberhasilan penurunan bahan berbahaya di pasar-pasar tradisional dipasar-pasar modern, yang kedua atas upaya meningkatnya jumlah izin edar dengan olahan yang ada di Sumatera Selatan,“ bebernya.

Lanjut Martin Suhendri menuturkan, untuk pengolahan bahan berbahaya, pihaknya akan bersinergi dengan teman-teman dinas perdagangan karena tupoksi ada disana.

“Namun memang kalau dulu hampir semua yang kita temukan bahan berbahaya seperti, rodamin, boraks. Tapi alhamdulillah untuk tahun ini ada di daerah belitang itu dua desa menggunakan rodamin semua. Dan kita langsung turun kesana dan dapat suport dari bupati di Oku Timur dan kita langsung mendatangi TKP ternyata bukan kesengajaan dari masyarakat tetapi ketidak tahuan dari masyarakat, sampai manapun balai besar pom ini ada untuk masyarakat,” bebernya.

“Uapaya kita untuk menekan bahan berbahaya ini, sistem nya ada dua. Pertama di Supermarket, setelah izinnya keluar kami lakukan pertama senpling kemudian kami periksa, kalau ditemukan bahan berbahayanya kita datangi produsennya dan kita lakukan pembinaan, disamping itu prepentif permintaan masyarakat itu menekan,” paparnya.

“Kami mengedukasi masyarakat kerjasama juga dengan toko masyarakat dikomisi IX DPR RI dan juga melakukan gerakan pagan desa, gerakan pasar aman kemudian kami mengawal sampai kesekolah-sekolah itu sistem yang kita lakukan,” jelas Martin Suhendri.

Dia menghimbau kepada para pelaku usaha yang terutama, mohon jangan meracuni masyarakat kota Palembang dan Sumatera selatan, karena masih banyaknya menggunakan formalin, bahan-bahan berbahaya seperti rodamin dan boraks itu sangat-sangat merugikan kesehatan masyarakat kota Palembang khususnya Sumatera selatan pada umumnya.

“Kepada konsumen kami menghimbau, supaya konsumen yang cerdas jangan menggunakan bahan berwarna yang mencolok, jangan karna murah, jangan percaya dengan iklan online, waspada selalu denga. semboyan Cek Klik, Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar dan Cek Kadaluarsa,” pungkasnya.

grand fondo

banner 17 agustus, baner hut ri

baner hut ri ke 77, baner pemkot

hut muba ke 66

Pos terkait