Diduga Selewengkan Dana BOS, Mantan Kepsek SMA 13 Palembang Jalani Sidang Perdana

  • Whatsapp
penyelewengan dana bos, dana bantuan operasional sekolah

Palembang, LamanQu.idOknum Mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 13 Palembang Dra Zainab jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri ( PN) Palembang atas dugaan korupsi penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada SMA Negeri 13 Palembang tahun anggaran 2017-2018 dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU, Selasa (21/09/2021).

Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Sahlan Efendi, SH.MH, Terdakwa Dra Zainab dihadirkan langsung dipersidangan guna mendengarkan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Hendy Tanjung SH.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Polisi Tangkap Komplotan Uang Palsu

Dalam dakwaannya, JPU menyebutkan modus dugaan penyelewengan dana BOS SMA Negeri 13 Palembang yang dilakukan terdakwa diantaranya yakni dengan cara memanipulasi laporan dana BOS tahun anggaran 2017-2018 senilai Rp 3 miliar.

“Adapun hasil audit kerugian negara dari total anggaran tersebut yakni senilai Rp 254 juta digunakan terdakwa untuk keperluan pribadi,” kata Hendy saat bacakan dakwaan.

Selain itu, hendy juga menyebutkan bahwa terdakwa diduga juga mengambil fee sebesar sepuluh persen dari penerbit dalam pembelian buku siswa.

Atas perbuatannya terdakwa Dra Zainab dijerat dengan pasal 2 atau pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang korupsi jo pasal 64 ayat 1 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Baca Juga :  Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Dana Bos SMA 13, JPU Hadirkan Saksi Ahli

Usai mendengarkan dakwaan, terdakwa Dra Zainab yang saat ini tidak dilakukan penahanan dengan didampingi penasihat hukum Zulfahmi, SH dan Rekan dari LBH PGRI tidak mengajukan keberatan (eksepsi) atas dakwaan JPU sehingga persidangan dilanjutkan pekan depan dengan agenda menghadirkan saksi-saksi.

Diwawancarai usai sidang, Kasi Pidsus Kejari Palembang melalui JPU Hendy Tanjung, SH membenarkan terkait status penahanan terhadap terdakwa untuk sementara belum dilakukan sebagimana sikap majelis hakim.

“Majelis hakim nantinya akan melihat perkembangan persidangan apakah terdakwa layak atau tidak untuk dilakukan penahanan selama proses persidangan, kata hakim tadi juga bilang apabila nanti terbukti bersalah akan dilakukan penahanan juga,” singkat Hendy.

baner perkot tentang vaksinasi, vaksinasi dan prokes 5m banner pemkot muba, selamat idul adha

Pos terkait