Ketua Forum CSR Sumsel Sayangkan Minimnya Kepedulian Perusahaan Terhadap Lingkungan

  • Whatsapp
Minimnya Kepedulian Perusahaan Terhadap Lingkungan

Palembang, LamanQu.idKetua Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Sumsel Riantoni Natakusuma ternyata memiliki keinginan besar yakni mengumpulkan 1.000 pengusaha di Indonesia dan membeberkan pentingnya pemanfaatan dana CSR dihadapan Presiden Republik Indonesia, Jokowi.

“Saya ingin membuka pikiran para pengusaha bagaimana pentingnya pemanfaatan dana CSR bagi masyarakat langsung dihadapan bapak presiden. Agar sinergisitas langsung terjadi tanpa memutus mata rantai birokrasi pemerintahan dan lembaga terkait,” ujarnya saat diwawancarai belum lama ini.

Rian menyayangkan minimnya kepedulian perusahaan terhadap lingkungan, termasuk penggunaan dana CSR yang selama ini banyak yang tidak tepat sasaran. Bahkan, masih banyak orang yang belum bisa membedakan mana penyaluran dana promosi, dana bantuan dan CSR.

Baca Juga :  Gelar Paripurna, Tiga Raperda Kabupaten Banyuasin Di Setujui DPRD 

“Ketika perusahaan memberikan bantuan kotak sampah saja misalnya, kepada masyarakat. Sebenarnya itu bukan CSR tapi promosi atau bantuan saja,” ucap Rian.

Beda pemahaman inilah yang menjadi dasar banyak pengelolaan dana CSR itu tidak tepat sasaran padahal untung 10 persen laba yang didapat, ujar Rian, adalah hak mutlak penduduk yang tinggal di area dekat perusahaan tersebut beroperasional.

“Dalam UU jelas mengatur bahwa warga setempat yang tinggal di dekat perusahaan atau luar perusahaan dalam range itu berhak menikmati laba meski hanya 10 persen,” urai Rian.

Makanya, kondisi itu yang mendasari Rian maju pada pencalonan Forum CSR tingkat nasional. Dia pun berkeinginan membantu lebih banyak masyarakat hingga menjadikan hidup mereka lebih berkualitas lagi.

Baca Juga :  BNN Lakukan Tes Urine Terhadap 519 Pegawai Dishub Palembang

“Membantu bukan sekedar memberikan modal saja tapi bagaimana mengubah hidup mereka lebih berkualitas lagi,” ucapnya.

Belum lama ini, Rian juga melakukan terobosan dengan membangun sarana tambahan di rumah panti sosial dan PGOT. Disana dia membangun kolam ikan bertujuan agar warga panti memiliki penghasilan sehingga tidak lagi bergantung dengan pemerintah. Artinya bantuan yang diberikan, mampu meningkatkan taraf hidup warga panti sehingga nilai kemanfaatan bisa dimaksimalkan. “Konsep ini yang terus kita kembangkan,” bebernya.

Rian juga baru-baru ini ikut dalam program pemerintah membangun rumah bagi warga Berpenghasilan Rendah (MBR) di beberapa wilayah di Sumsel. Mereka yang berprofesi sebagai ojek, penarik becak dan lainya dibangunkan rumah melalui program subsidi dari pemerintah, dimana pembayaran dilakukan proses cicil.

Baca Juga :  New Normal Itu Harus Sesuai Kajian Ahli Epidemiologi

Tak hanya rumah, bagi Rian, rumah saja tidak cukup, dia juga mengembangkan fasilitas agar penghuni bisa lebih tenang mencari penghasilan. “Kita siapkan sarananya seperti sentra kuliner sehingga harapan kita para bapak bekerja, ibu-ibunya bisa mengelola kuliner, kita bantu pemasarannya ujung-ujungnya bisa menambah penghasilan suami nya.” Jadi bantuan ini kita harapkan bisa meningkatkan taraf hidup mereka,” pungkasnya.

baner perkot tentang vaksinasi, vaksinasi dan prokes 5m banner pemkot muba, selamat idul adha

Pos terkait