Pemkot Palembang Gelar Rapat Terkait PPKM Mikro

  • Whatsapp
Rapat Terkait PPKM Mikro

Palembang,LamanQu.idPemerintah kota Palembang kembali gelar rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Diketahui, PPKM Mikro itu sendiri rencana akan diterapkan mulai Jumat 9 Juli 2021 hingga 20 Juli mendatang.

Bacaan Lainnya

“Ini merupakan tindak lanjut dari intruksi Mendagri dan Menko Perekonomian terkait ditetapkannya kota Palembang sebagai salah satu kota PPKM,” kata Walikota Palembang, H. Harnojoyo di Rumah Dinas Walikota, Jalan Tasik Palembang, 7 Juli 2021.

Baca Juga :  Palembang Zona Merah, Ini Beberapa Kegiatan Dibawah Bidang PTK Yang Tertunda

Walikota Palembang dua periode itu juga menyampaikan, bahwa saat ini Pemerinah Palembang akan melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat sebelum diterapkannya PPKM Mikro itu sendiri.

“Mulai besok hingga hari Jumat kita akan melaksanakan sosialisasi terkait penetapan ini. Jadi akan diberlakukan pada Jumat sore, pembatasan ini kita laksanakan pukul 17.00,” ujarnya.

“Ini juga akan kita evaluasi. Harapan kita mudah-mudahan kasus ini akan dapat menekan dengan kebijakan yang kita lakukan ini,” tambahnya.

Masih dikatakan Harnojoyo, bahwa dirinya juga akan segera menurunkan surat edaran yang akan ditandatangani bersama Forkopimda terkait pemberlakuan PPKM itu sendiri.

Baca Juga :  Afzarki Indoboga leading 12 Catering Service Layani Asian Games 2018

Harnojoyo juga mengharapkan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak dalam pemberlakuannya PPKM tersebut serta dapat menyebarkan informasi tersebut kepada seluruh masyarakat.

“Mari kita dukung apa yang kita lakukan ini. Mohon informasi ini kita sampaikan, bahwa tanggal 9 Juli hingga tanggal 20 Juli kita akan tegakan,” harapnya.

Terkait perberlakuan sanksi, Harnojoyo menyampaikan, bahwa pihaknya akan terus mengedepankan kepatuhan masyarakat guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Kami mohon kepada semua pihak, karena kesehatan ini penting bagi kita, tidak mungkin hanya pemerintah saja yang melakukan ini tetapi semua pihak. Dan untuk WFH, 25 persen bekerja di kantor dan 75 persen bekerja di rumah,” tegasnya.

baner perkot tentang vaksinasi, vaksinasi dan prokes 5m banner pemkot muba, selamat idul adha

Pos terkait