Warga Keluhkan Volume Air Sungai Selabung Berkurang, Sempat Kering Tak Layak Konsumsi

  • Whatsapp
(Foto Istimewa) Warna Air Sungai Selabung Keruh kecoklatan

Muaradua, LamanQu id–Dalam sepekan belakangan ini, bagi warga yang berada  di 8 Desa di kecamatan Tiga Dihaji,  yang menggantungkan hidup mereka sehari hari pada kebaikan dan keramahan air Sungai Selabung menjadi kecewa bercampur cemas, sebab selama ratusan tahun mereka hidup di sepanjang lebih kurang 15 kilometer semenjak zaman nenek moyang mereka belum  pernah merasakan apa yang mereka rasakan dalam pekan belakangan ini.

Air sungai selabung yang sebelum nya bersih dan jernih, menjadi andalan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari hari mulai mencuci mandi bahkan memasak, dan belakangan menjadi kotor, bau dan berlumpur serta tak bisa diandalkan.

Awal fenomena alam mulai tampak di Sungai Selabung ini, telah terjadi penyurutan atau berkurangnya volume air yang mengaliri sungai itu.

Gejolak air sungai selabung tiba tiba surut dan juga tiba tiba naik, berlangsung secara terus menerus yang dirasakan warga setempat.

Akan tetapi, meski volume nya air naik, namun  tidak dalam jumlah volume yang sama saat sebelum surut. Artinya Saat ini terjadi pengurangan volume air sungai selabung.

Secara struktur wilayah Kabupaten Oku Selatan bukan lah wilayah yang dekat dengan laut, malahan Kabupaten tersebut berada pada kategori dataran tinggi Provinsi Sumatera Selatan. Jadi sungguh aneh  jika terjadi hal yang mirip mirip dengan daerah lain yang mengalami pasang surut nya air sungai.

Baca Juga :  Pengurus Dewan Pimpinan Kecamatan Pemuda Tani HKTI Se Kabupaten Muara Enim Resmi Dilantik

Puncak nya kejadian yang membuat semua kaget bercampur cemas terjadi pada kamis, (10/06/2021) sekitar selepas bada’ zuhur, dimana warga sedang beraktivitas di sungai, warga dikejutkan dengan surut nya Air Sungai yang benar benar kerontang, sehingga dasar sungai bagian palung dasarnya bisa ditapaki (berjalan) dengan bebas.

(foto istimewa) penampakan dasar sungai selabung akibat pembangunan proyek Waduk Tiga Dihaji

Hal lain juga yang juga menakutkan lagi, di  dasar sungai  selabung yang dalam keadaan kering itu kini terhampar bebatuan dan itu menjadi Fenomena baru juga.

Salah satu warga yang berhasil di temui di lokasi kejadian, TB(43) mengungkapkan fenomena berubahnya Alam Sungai selabung ini akibat dari  aktivitas Pembangunan Waduk Tiga Dihaji yang berada di Desa Sukabumi Kecamatan Tiga Dihaji telah berjalan hampir 3 tahun lebih semenjak tahun 2018 hingga saat ini.

TB mengaku sangat terganggu dengan kejadian ini. Menurutnya ia tidak sendirian merasakan was was hampir semua warga merasakan khawatir dan cemas.

TB menyebutkan, dengan adanya kegiatan blasting yang mengakibatkan sampah material tanah bercampur bebatuan dengan leluasa juga menimpah jatuh  ke sungai Selabung.

Baca Juga :  Ayah Saya Baru Saja Meninggal Karena Corona...!

“Bukan hanya itu, kata TB, sampah pengerukan excavator  di bibir selabung banyak menimbun air selabung sehingga air selabung keruh dan butek (air bercampur lumpur,red) menjadi tak layak dikonsumsi, hal itu berlangsung  hampir setiap hari nya,”ujarnya.

“Bisa saja sewaktu waktu Air tiba tiba naik jika terjadi  amblas waduk penahan di hulu sungai, “ketus nya singkat.

Ditanya jika sosialisasi atau pemberitahuan dari pihak proyek selama pembangunan itu berjalan, ia mengaku tidak mendengar hal itu.

“Tidak ada pemberitahuan bahkan pemdes setempat sepertinya diam saja,”bebernya. TB juga tidak mengerti diam nya Kades memang tidak tahu menahu soal tersebut atau seperti apa.

Seperti diketahui Posisi pembangunan Waduk Tiga Dihaji berada di bagian hulu sungai Selabung sementara terdapat 8 desa berada di bagian hilir sungai itu.

Timbul (47) warga Desa Kota Agung mengatakan dirinya dan warga Desa dari dahulu hingga sekarang mengandalkan air Selabung untuk beraktivitas keseharian dan kini mereka harus menahan rasa cemas ketika ingin ke sungai selabung.

“Sungai ini satu satunya kehidupan warga untuk mandi , mencuci dan mengkonsumsi air minum , sekarang airnya agak bau dan kotor dalam waktu yang sering, kalau dahulu kan ketika hujan saja baru kotor tapi itu pun tidak bau seperti ini,” kata nya

Baca Juga :  Dewan Pers Berharap Insan Pers Seluruh Indonesia Menjadi Wartawan Profesional

Lebih jauh ia menuturkan, hal ini sudah sering terjadi, semenjak adanya aktivitas pembangunan Waduk Tiga Dihaji.

“Iya, mas di hulu sana ada pembangunan waduk dan setiap hari batu batu tanah jatuh ke sungai akibat adanya ledakkan  dan pengerukan ” ucapnya

“Kami dihilir ini kena dampak nya saja, mana jalan kampung kami ini sudah setahun ini rusak dan ketika aktivitas kendaraan lewat debu debunya masuk kedalam rumah kami ,” pungkas nya.

Dari pantauan awak media di lokasi Pembangunan Waduk Tiga Dihaji adanya penyempitan dan pendangkalan  sungai yang diakibatkan oleh Material batu dan tanah hasil Blasting (Peledakan) dan pengerukan di bibir sungai selabung  oleh pihak Perusahaan yang  jatuh ke sungai membuat aliran air tersendat, air sungai keruh dan terjadi genangan air di bagian hulu sungai Selabung yang berada di titik area Outlet penolak dimana titik tersebut dilakukan Blasting ( Peledakan), sampai berita ini diturunkan dari pihak kontraktor belum ada yang bisa dihubungi.(tisna)

selamat hari jadi sumsel selamat idul adha, baner pemkot palembang banner pemkot muba, selamat idul adha

Pos terkait