Kamis 8 April 2021, IHSG Berpotensi Meningkat

  • Whatsapp
ihsg berpotensi meningkat di zona hijau

LamanQu.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi meningkat pada perdagangan Kamis (8/4/2021). Ada sejumlah saham potensial yang dapat diperhatikan investor.

William Surya Wijaya, CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, menyampaikan pergerakan IHSG terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar. Jika IHSG mampu menembus resisten level terdekat, maka indeks masih berpotensi untuk melanjutkan kenaikan jangka pendeknya.

Bacaan Lainnya

“Potensi kenaikan IHSG masih ada mengingat hingga saat ini kondisi perekonomian Indonesia berada dalam kondisi stabil yang terlihat dari data perekonomian yang telah terlansir,” paparnya dalam publikasi riset, Rabu (7/4/2021).

Baca Juga :  Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Zona Hijau

Rilis kinerja beberapa emiten yang akan turut mewarnai pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang. Hari ini IHSG masih berpotensi bergerak pada zona hijau dalam rentang 5.827-6.088.

Sejumlah saham pilihannya hari ini adalah BBCA, ICBP, ITMG, EXCL, UNVR, TLKM, BBNI.

Dalam riset berbeda, analis PT Samuel Sekuritas Indonesia William Mamudi menyampaikan IHSG (6,036) lanjut tertekan dalam downtrend line, dan kini uji angka psikologis 6,000. Indeks diperkirakan berkonsolidasi dulu di kisaran level ini.

“Untuk hari ini Analis Teknikal menyukai saham JPFA, CPIN, ADRO, LPPF dengan rating trading buy,” imbuhnya. Pada Rabu (7/4/2021), Indeks harga saham gabungan (IHSG) parkir di level 6.036,616, menguat 0,56 persen atau 33,84 poin.

Baca Juga :  Alasan Pelaku Ekspor Sarang Burung Walet Sasar Pasar Cina

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 5.982,067 hingga 6.040,456.Total transaksi mencapai Rp9,02 triliun sehingga posisi kapitalisasi pasar IHSG pada akhir perdagangan mencapai Rp7.156,19 triliun.

Dari keseluruhan konstituen, sebanyak 251 saham menguat, 225 saham terkoreksi, dan 164 saham tidak bergerak daripada posisi perdagangan sebelumnya.Kendati demikian, investor asing terpantau mencatatkan transaksi net sell senilai Rp587,86 miliar.

Saham BBCA menjadi sasaran aksi jual dengan total net sell Rp234,2 miliar, diikuti BBRI senilai Rp97,1 miliar, dan TLKM senilai Rp54,9 miliar.

selamat menunaikan ibadah puasa vaksinasi di palembang, ayo vaksinasi, sukseskan vaksinasi di palembang himbauwan 3m dan 3t