Harga Emas Terus Terkoreksi Sempat Menyentuh Level US$1.700

harga emas
google news, lamanqu

LamanQu.id – Harga emas terus terkoreksi dan sempat menyentuh level di bawah US$1.700 per troy ounce seiring dengan rencana tambahan stimulus yang mendorong penguatan imbal hasil (yield) US Treasury dan dolar AS.

Pada Rabu (31/3/2021), harga emas di pasar Spot sempat terpantau turun hingga 0,32 persen ke level US$1.679,83 per troy ounce.

Bacaan Lainnya

Adapun, harga emas Comex juga sempat terkoreksi hingga 0,38 persen ke posisi US$1.679,60 per troy ounce. Level tersebut juga semakin mendekati catatan harga terendah dalam 9 bulan terakhir.Namun pada penutupan, harga emas berhasil naik 1,86 persen menuju US$1.715 per troy ounce.

Koreksi juga terjadi pada harga emas batangan 24 karat PT Aneka Tambang Tbk pada Rabu (31/3/2021). Berdasarkan informasi dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga dasar emas 24 karat ukuran 1 gram dijual senilai Rp903.000, atau turun Rp8.000.

Baca Juga :  Rabu 21 Juli 2021, Harga Emas Dibayangi Dolar AS

Sementara emas satuan terkecil dengan ukuran 0,5 gram dijual Rp501.500, atau turun Rp4.000 dari posisi sebelumnya. Untuk harga emas 24 karat ukuran 5 gram hari ini dibanderol Rp4.290.000. Selanjutnya emas batangan dengan satuan 10 gram dijual dengan harga Rp8.525.000.

Harga emas untuk satuan 50 gram dibanderol Rp42.295.000 sedangkan untuk cetakan berukuran 100 gram dapat ditebus dengan harga Rp84.512.000. Adapun ukuran 1.000 gram dihargai Rp843.600.000.

Adapun harga logam mulia ini tengah menuju penurunan kuartalan pertamanya sejak 2018 lalu setelah membaiknya prospek pemulihan ekonomi global mengurangi daya tarik aset safe haven ini.Turunnya minat terhadap emas terlihat dari banyaknya investor yang melepas exchange traded funds (ETF) berbasis emas.

Data dari Bloomberg menyebutkan,investor melepas 49.394 troy ounce dari ETF emasnya pada Selasa (30/3/2021).Jumlah tersebut membawa angka jual bersih ETF emas ke level 6,75 juta ounce dengan nilai US$84,6 juta.

Adapun total kepemilikan ETF emas juga turun 6,3 persen pada tahun ini menjadi 100 juta ounce, atau level terendah sejak 28 mei 2020 lalu.Harga emas tertekan oleh penguatan yield US Treasury seiring dengan sikap pelaku pasar yang mempertimbangkan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

Baca Juga :  Kinerja Pelindo II Palembang Tahun ini Relative Sama dari Tahun Lalu

Sementara itu, proses vaksinasi di AS juga dipercepat seiring dengan pernyataan Presiden AS, Joe Biden bahwa 90 persen populasi di negara tersebut dapat menerima vaksin pada 19 April mendatang.

Dalam pidatonya di Pittsburgh pada Rabu waktu setempat, Biden akan membahas rencana ekspansi belanja negara besar-besaran yang diarahkan untuk mengurangi kesenjangan serta memperkuat infrastruktur Negara Paman Sam.

Di sisi lain, Biden juga akan membahas rencana revisi peraturan perpajakan yang mendapat dukungan dan penolakan dari para politisi dan ekonom.

Rencana-rencana tersebut turut menekan harga emas dibawah level US$1.700 per troy ounce setelah sempat bertahan diatas kisaran tersebut selama tiga pekan sebelumnya.

Analis Commerzbank AG Daniel Briesemann menyebutkan, kenaikan dolar AS serta US Treasury menghambat terjadinya rebound harga emas yang berkelanjutan.“Aset emas saat ini sedang kekurangan dukungan dari para investor, seiring dengan minat yang rendah,” ujarnya dikutip dari Bloomberg.

Sementara itu, Analis TD Securities Ryan McKay menyebutkan, rencana yang akan dibahas Biden memicu kenaikan tingkat imbal hasil obligasi serta reli dolar AS yang berkelanjutan.Dengan pasar saham yang tetap stabil, tren penguatan US Treasury dan dolar AS diprediksi dapat tetap terjadi tanpa adanya intervensi dari Bank Sentral AS, The Fed.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Turun Rp4.000 per Gram

“Hal ini akan terus membebani harga emas. Kami bahkan melihat dalam beberapa sesi perdagangan saat nilai tukar dolar AS melemah, emas tetap kesulitan menguat yang menjadi indikasi rendahnya minat investor untuk membeli emas saat ini,” jelasnya.

Senada, Analis Pasar di OANDA, Sophie Griffiths dalam risetnya mengatakan, lonjakan yield US Treasury menekan permintaan pasar terhadap aset emas yang tidak memiliki imbal hasil.Sementara itu, tren reflationary trade juga memunculkan pertanyaan dari pasar terkait kemampuan The Fed menjaga tingkat suku bunga yang rendah.

Sementara itu, analis ABN Amro Bank NV Georgette Boele menyebutkan, setelah menembus level dibawah US$1.700, level support harga emas akan berada di kisaran US$1.650 hingga US$1.670 per troy ounce.

“Jika kembali jatuh dibawah level tersebut, maka harga emas dapat terkoreksi hingga US$1.600 per troy ounce,” ujarnya.

banner 17 agustus, baner hut ri

baner hut ri ke 77, baner pemkot

hut muba ke 66

Pos terkait