Jejak Keringat Zulkarnain Harahap, Dari Anak Petani Hingga Jadi Kapolres di Tanah OKU Selatan

Jejak Keringat Zulkarnain Harahap
google news, lamanqu

LamanQu.idKalaulah bukan karena Zulkarnain Harahap, belum tentu kawasan perkantoran Polres OKU Selatan bersolek seperti sekarang ini. Ia pun patut dijuluki Sang Kapolres “Petarung” di ranah Muaradua.

Minggu 14 Maret 2021, sekira pukul 19.30 WIB. Tim LamanQu.id diberi kesempatan untuk wawancara secara eksklusif dengan AKBP Zulkarnain Harahap.

Dalam wawancara tersebut, Zulkarnain bercerita dan bernostalgia saat ketika dirinya masih anak-anak hingga keyakinan dirinya dan optimismenya dalam membangun institusi kepolisian untuk lebih baik lagi fan dicintai oleh masyarakat di OKU Selatan ini.

“Kebetulan saya dulu tidak memiliki kemampuan secara ekonomi lanjut ke universitas negeri. Hanya saja dalam pergaulan saya banyak kawan. Di tahun 1997, saya tes Secaba. Waktu itu belum selesai SMA. Lalu, saya juga mendaftar lagi jadi AKABRI di Kodam. Nah, di Secaba saya ranking 44 dari 400 peserta yang dinyatakan lulus. Saya daftar di Akpol saat itu lulus 14 Desember 2000. Akhirnya saya memilih kepolisian,” ungkap Zulkarnain

Baca Juga :  Andreas OP: Aksi Ini Murni Tanpa Ditunggangi Politik

“Kita semua berjuang dan melakukan terobosan-terobosannya yang cermerlang guna kesejahteraan anggota. Kita juga coba merangkul siapa saja untuk menjadikan Polres OKU Selatan ini menjadi tempat yang nyaman dan bersahaja terutama dalam melayani masyarakat harus sangat baik,” tambahnya.

Lebih lanjut, saat ini ditanya mengenai amanah menjadi Kapolres di OKU Selatan, konsep apa yang diusung?, Zulkarnain menjawab, kalau konsep saya tidak ada, hanya saja kita (Polres OKU Selatan) menjalankan sebagaimana yang digariskan institusi Kepolisian Republik Indonesia.

“Dalam tugas pokok Polri itu kan harus ada organ. Dalam penegakan hukum harus berkeadilan dan dalam kuasa pengguna anggaran harus melaksanakan tugas pokok itu. Apa yang saya lakukan di Polres OKU Selatan ini semata-mata mengarah pada kesejahteraan anggota, dan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” jelasnya

Kemudian, lamanQu.id kembali bertanya, Apa saja kebijakan seorang Zulkarnain yang dijalankan Polres OKU Selatan?

Baca Juga :  Waspadai Mantan Napi Nyaleg, Antara Naiv dan Memaafkan

Zulkarnain menuturkan, Karena adanya penataan organisasi, maka mulailah kita melengkapi seluruh penyesuaian tata laksana organisasi yang baik. “Misalnya, Standar Operasional, Teknologi Informasi, serta pembinaan SDM,” tuturnya.

Lalu, menurut Zulkarnain, dilihat idealnya personil anggota ternyata masih kurang. Yang ada baru 438 meliputi 10 Polsek. Memang itu faktanya, namun kita tidak bisa menyerah dari segi kuantitas. Kita tutupi itu dengan kualitas prilaku atau etika polisi.

“Saya harus katakan, bahwa sejak beberapa masa kebelakang banyak pelangggaran-pelanggaran. Belum lagi etos kerja kurang. Toh, itu semua bersumber dari keterbatasan ilmu dan pengetahuan,” imbuhnya

Tentang kinerja anggota polisi selama ini, Zulkarnain mengatakan, dalam hal attitude atau perilaku anggota, saya coba mempertahankan Santiaji, Closing Klinik. Yang mana, akan ada aturan penghargaan dan sangsi. “Jika anggota melanggar disiplin, dia harus menjadi hukuman disiplin, jika anggota saya melanggar secara pidana ya kita proses secara pidana,” tegasnya.

Baca Juga :  Satgas PLN Turun Ketika Mati Lampu, Blunder Cemooh Tak Terhindari Lagi

Saat dirinya ditanya, siapa orang paling berjasa dalam karir Abang?

Zulkarnain dengan mata berbinar-binar menjawab yang paling berjasa dalam hidupnya yakni keluarga terutama doa kedua orangtuanya, istri dan anaknya.

“Ibu saya guru Madrasah guru ngaji, ayah saya petani. Meski beliau petani, tidak akan berjalan sebuah pesta di kampung kalau bukan ayah saya yang membuka acaranya, beliau cukup dihormati,” ujarnya.

Kemudian, Kenangan yang paling diingat dari sosok ayah?

dia mengungkapkan, doa ayah dan usahanya demi anak-anak, Beliau kadang tahan ngutang ke sana ke mari hanya untuk sekolah dan keperluan anaknya. Dan tidak tau dari mana dirumah kami itu, selalu ada menu ikan, kepiting, udang, kadang tempe.

“Oh ya satu lagi. Saya itu ingat satu hari ke ladang nolong ayah. Saya mencangkul lalu ayah saya marah. Kamu enggak usah cangkul, tugasmu hanya sekolah,” tandasnya.

banner pemkot, selamat idul adha, banner hari raya kurban

pecah rekor muri

banner pemkot, selamat ramadhan

Pos terkait