Dewi Gumay, KOPITU Siap Berjuang Bangkitkan UMKM Yang Redup Selama Covid

  • Whatsapp
DPW KOPITU Sumsel, pemotongan tumpeng, HUT KOPITU, Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah, kopitu bangkitkan umkm

Palembang, LamanQu.idKomite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (KOPITU) merayakan hari jadi yang kedua di kantor DPW KOPITU Sumsel, Rabu (18/11/2020).

Acara tersebut digelar dengan pemotongan tumpeng secara virtual serentak seluruh Indonesia melalui aplikasi zoom yang di support oleh para Menteri yakni Menteri Perindustrian, Menteri Koperasi, Menteri Perdagangan dan Perekonomian.

Raden Dewi Gumay selaku Ketua DPW KOPITU Provinsi Sumsel mengatakan, di HUT KOPITU yang kedua ini pihaknya berharap kepada para pelaku UKM khususnya DPW KOPITU Sumsel.

“Kami ingin meningkatkan seluruh UKM dan Koperasi serta para pengusaha Mikro Kecil Menengah untuk pertumbuhan ekonomi di Sumsel khususnya Kota Palembang hendaknya supaya ada peningkatan,” kata Degum sapaan akrabnya.

Baca Juga :  Restoran Pempek Sultan Pindang Agan Ciptakan Model Pandemi Lobster

Lanjut Degum, terlebih disaat pandemi Covid-19 pihaknya tetap menjalankan protokol kesehatan seperti menjalankan 3 M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Para undangan yang hadir semua mematuhi prokes, kami mohon maaf tidak dapat mengundang secara keseluruhan dikarenakan harus menjaga prokes yang telah ditetapkan Pemerintah. Kami hanya mengundang perwakilannya saja seperti Perbankan, Pemerintahan serta dari UKM-UKM yang ada di Sumsel khususnya Kota Palembang,” ungkap Degum.

Degum berharap di HUT KOPITU yang kedua ini untuk UKM-UKM dan Koperasi yang sudah redup. “Dengan adanya KOPITU Sumsel, kami optimis akan menghidupkan dan majukan kembali. Dari Bank BNI dan Bank Sumsel Babel berjanji akan membantu UKM-UKM dan Koperasi yabg berada dibawah naungan KOPITU Sumsel,” tutup Degum (Irfan)

mall pelayanan publik
banner covid-19, banner pemkot tentang covid, himbauwan pemkot sumsel
banner covid-19, promosi pemkot, banner pemkot sumsel
waspada kebakaran, larangan membakar hutan, kebakaran hutan, banner karhutbunlah,
Editor: IRF