Puting Beliung Gagalkan Panen Puluhan Hektar di Tanjung Raya Oku Selatan

  • Whatsapp
Puting Beliung, Terjangan Puting Beliung, Hasil Sawah, Hampir Panen, Berpotensi Gagal Panen

Muaradua, LamanQu.id – Warga desa Tanjung raya, Buaysandang Aji, Oku Selatan keluhkan hasil sawah terancam gagal panen total disebabkan angin puting beliung bercampur hujan yang sangat lebat tepatnya di persawahan Paluh Panjang porak porandakan tanaman sawah yang merupakan komoditas andalan masyarakat Desa Tersebut.

Padi yang ditanam yang sudah berusia tak merata ada yang paling muda berumur 2, 5 bulan hingga usia hampir panen ini berpotensi gagal panen tentunya bakal membuat warga desa kecewa dan bersedih, sebab usaha jerih payah warga selama ini menjadi sia sia. Sebut saja usaha mereka itu mulai dari menanam merawat hingga memupuk.

Baca Juga :  Merawat Nilai Budaya di Bukit Siguntang

Dari pantauan media ini di lapangan melihat langsung sisa ganas nya angin puting beliung tersebut hamparan sawah sejauh mata memandang rata dengan tanah, bak lapangan sepak bola, Jumat (16/10).


dampak angin puting beliung, terjangan puting beliun, bencana alam

Najamudin (57) saat berada di areal sawahnya itu menuturkan, kejadian kamis malam yang sangat mengagetkan semua warga desa. Lebih Kaget nya lagi, kata nya ketika tadi pagi semua habis luluh lantah,” dia tuturkan seraya menahan bulir air mata dari sudut mata pria yang sudah berusia lebih setengah abad itu.

 

 

Baca Juga :  Warga Gunung Raya Positif Corona

“Memang benar tanggal 15 oktober tepat nya malam kamis terjadi hujan sangat lebat dan angin sangat kencang hingga padi kami terancam gagal panen” kata nya.

Dia juga menuturkan, luasan sawah gagal panen berkisar 20 hektar yang ada di wilyah itu.
“Tak sampai disitu ganas nya angin itu, tuturnya lagi, “dua gubuk tempat tinggal nya pun yang di huni warga roboh di pinggiran sawah tersebut” tambah nya.

“Alhamdullilah sempat penghuni menyelamatkan diri, tak ada korban,” ucapnya.

Dari konfirmasi awak media dinas terkait Oku selatan belum mengetahui ini. Warga berharap atas dampak musiibah ini agar kiranya dapat perhatian dari pemerintah baik desa mau pun kabupaten mengingat hasil persawahan ini satu satu nya sumber penghidupan untuk kelangsungan hidup dan segala sesuatunya seperti menyekolahkan anak dan membiayai kebutuhan hidup lainnya.(tisna)

banner covid-19, promosi pemkot, banner pemkot sumsel
waspada kebakaran, larangan membakar hutan, kebakaran hutan, banner karhutbunlah,

Pos terkait