Alih Fungsi Behel Sebagai Alat Medis Menjadi Alat Modis

  • Whatsapp
Dokter gigi muda, Catherine Ambarini, Dokter gigi, pemasangan kawat gigi, tukang behel

LamanQu.idGigi merupakan organ tubuh yang kecil, namun memiliki banyak peran penting bagi manusia. Selain berperan dalam pengunyahan, gigi juga berperan penting dalam fungsi bicara dan estetika.

Saat ini perawatan estetika di bidang kedokteran gigi banyak digandrungi dan nge-trend di kalangan kaum milenial, salah satunya adalah perawatan orthodontik atau biasa disebut behel.

Bacaan Lainnya

Dalam bidang kedokteran gigi sendiri, tujuan perawatan orthodontik sebenarnya untuk memperbaiki susunan gigi yang akan berkembang atau tumbuh secara berjejal sehingga didapatkan susunan gigi yang teratur.

Catherine Ambarini, Dokter gigi
Catherine Ambarini, S.KG Dokter gigi muda

Selain itu akan, baik nya lagi akan mendapatkan kontak pengunyahan yang baik pula antara rahang atas dan bawah. Dengan demikian, tentunya dapat diperoleh juga estetika penampilan perwujudan wajah yang baik pula.

Baca Juga :  Peresmian Kantor BPJS, Deru Ancam Tutup Perusahaan Langgar Komitmen Berusaha

Namun sayangnya banyak kaum milenial yang masih belum mengetahui fungsi sebenarnya dari perawatan orthodontik/behel.

Pesatnya minat penggunaan behel, ditambah lagi biaya perawatannya cukup tinggi, banyak oknum nakal (sebut saja tukang behel / salon gigi) yang memanfaatkan situasi tersebut.

Kaum milenial pun menjadi targetnya. Seringkali tukang behel salon menawarkan pemasangan behel dengan harga murah ditambah dengan pernak-pernik supaya terlihat menarik. Mereka yang ingin tampil beda dan ingin diakui dalam lingkungan sosialnya supaya tidak “ketinggalan zaman”.

Pada akhirnya tergiur untuk memasang behel di tukang behel salon gigi yang notabene kurang memperhatikan dampak baik dan kurang baiknya seperti apa.

Baca Juga :  Hj Eva Susanti Berjuang Agar Naura Bisa Pulang...!

Malah jadi anehnya lagi, Behel yang maksud tujuan diciptakan sebagai alat medis, malah dialihfungsikan sebagai alat modis, dianggap sebagai asesoris dan dikreasikan sesuka hati, bukan itu Miris bukan? Terserah deh..!

Para milenial kudu tahu juga ya, bahwa pemasangan alat orthodontik/behel bukan sekedar menempelkan bracket dan kawat pada gigi saja, bukan itu.

Ada serangkaian pemeriksaan medis harus dilakukan sebelum memulai perawatan itu loh.

Kawat dan bracket yang digunakan dalam perawatan ortho pun tidak sembarangan. Ilmu orthodontik bukanlah ilmu o(r)thodidak yang bisa dipelajari dalam sehari, milenial jangan dianggap hal ini remeh.

Banyak ilmu yang harus dipelajari, dipahami dan diterapkan oleh dokter gigi dalam pemasangan behel. Tidak semudah menempelkan perangko pada surat. (Mohon maaf)

Baca Juga :  Ada Tamu Harap Lapor Dulu ke RT

Tukang behel di salon gigi tidak memiliki pengetahuan tentang ilmu kedokteran gigi dan tidak mempedulikan resiko yang ditimbulkan dari hasil “prakarya”-nya tersebut. Jangan samakan gigi dengan rambut, yang bisa dikuncir, diberi asesoris dan pernak-pernik lucu supaya terlihat unyu. Bukannya gigi menjadi rapi, namun berbagai masalah muncul seperti gusi menjadi bengkak dan sering berdarah, gigi goyang, kehilangan gigi, infeksi, bahkan yang lebih fatal dapat menimbulkan kanker. Ingin nge-trend boleh-boleh saja, tapi logika juga harus bisa dimainkan. Jika ingin memiliki gigi yang estetik, kunjungilah dokter gigi bukan salon gigi.

Penulis : Catherine Ambarini, S.KG
Dokter gigi muda
Editor : RLQ

banner covid-19, promosi pemkot, banner pemkot sumsel
waspada kebakaran, larangan membakar hutan, kebakaran hutan, banner karhutbunlah,

Pos terkait