Ada Sebab Ada Akibat, Ada Apa Lagi..?

  • Whatsapp

Sepekan Peristiwa yang Mendera Salah satu Pilar Demokrasi

Palembang, lamanqu.id-Hampir semua orang memahami konsep kausalitas (Causality Concept) yang diketahui sebagai ada nya sebab dan akibat. Sehingga dikatakan apapun itu kejadian yang ada di dunia ini selalu berpegang pada asal dari mana sesuatu itu berasal dan akibat dari apa itu terjadi.

Maka sederhana nya semenjak awal alam ini diciptakan sudah pasti ada maksud dan tujuan nya. Memang tampak semua nya itu ada keadilan dan perimbangan, (ada lemah ada kuat), banyak hal yang Tuhan ciptakan secara berpasang pasangan.(Ada plus ada minus).

Ukuran nya itu selalu mengajak kita untuk menimbang nimbang, dan berayun ayun.( Ada Belakang Ada depan). Kita juga sering diajak melalui beberapa proses. (Ada cepat ada lambat).

Itu lah sebab kita tidak mudah gampang ditipu tipu sebab kita sudah dengan gunakan nalar berdasarkan pengalaman pengalaman yang kita lalui.( Ada bodoh ada pintar). Proses berfikir itu tidak juga serta merta langsung jadi secara instan ada usaha biar cerdas sehingga ketajaman dalam mengambil tindakan tidak menuai protes. (Ada Tajam ada tumpul).

Baca Juga :  IPW Duga 11-18 Menteri Akan Berganti

Seperti halnya dalam mengambil sikap terhadap apa yang terjadi disekitar kita, sering kali dengan serampangan kita langsung unjuk gigi bahwa ini ada adalah itu. Ada baik ada buruk, (Ada positif ada negatif).

Artinya kan yang diuji itu adalah kemampuan analisa kita (Analytical skill), ngapain menceburkan diri kita ke sesuatu yang kita tidak benar benar mengetahui nya.(Ada gelap ada terang, (Ada hayal ada nyata)

Seperti halnya dengan riuh dan gaduh menyoal bantuan Covid 19 untuk membantu masyarakat Miskin Baru, (Misbar) BLT BST dan macam macam lagi kenapa ricuh? Yang jadi kenyataan atas bantuan itu, Ada dapat ada tidak dapat. Ada Tepat Ada Meleset.

Baca Juga :  Mapan Baru Menikah, Sampai Usia Berapa?

Pusat sudah berbaik hati dengan mengatur segala sesuatu nya akibat dampak Covid 19 ini membuat kebijakan apa apa yang bakal terjadi rakyat akan kesulitan ekonomi, maka daerah harus melaksanakan sebaik mungkin.( Ada kecapaian target ada meleset, ada tepat sasaran ada yang tidak)

Jika sekelompok masyarakat atau media yang melakukan kritik atau menyoroti itu wajar adanya.( Ada atas ada bawah, ada Negatif ada positif). Ada Marah ada Sabar.

Karena mereka itu kontrol sosial sebagai negara yang menganut faham demokrasi Pancasila dan UUD 1945. Bukankah itu ruh dari kemardekaan bangsa ini dan menjadi sebuah negara. (Ada maju ada mundur, ada keterbelakangan, ada kemajuan)

Selain itu jika sekelompok kaum relawan dan media itu mempertanyakan transparansi anggaran, dan data BLT BST(Ada besar ada kecil), itu juga bentuk naluri dan nurani yang masih tumbuh dan berkembang pada diri kaum muda itu yang tak boleh kita kerdilkan.( Ada perduli ada cuek).

Baca Juga :  Sumsel Dalam Pusaran Politik Nasional, Antara Realitas Dan Keberpihakan

Marilah kita berdamai pertama tama dengan diri kita, (ada arrogant ada low profile), untuk bersama sama merenung bahwa kausalitas itu selalu mengiringi dimana pun kita berada. Ada awal dan Ada Akhir). Sejauh mana kita bersikap legowo dengan penilaian, atau menghargai pandangan dan perbedaan pandangan ( ada dorongan ada rangkulan).

Sehingga pada akhirnya, kita benar benar akan mengetahui dimana atau seperti apa persoalan yang ada di sekitar kita itu akan kita lakukan penyelesaian dan perbaikan, (Ada ya ada tidak). Maka dengan menanggapi pengkritik tidak berarti benci atau ingin menguasai, (Ada perduli ada pembiaran) kritik harus ditanggapi sebagai mitra berfikir, sebagai guide line meningkatkan ketajaman ketajaman baru. ( Ada tinggi ada rendah, Ada cinta dan Ada Sayang ada kita semua.(*)

Penulis : Arjeli Sy Jr, Jurnalist dan Blogger

mall pelayanan publik
banner covid-19, banner pemkot tentang covid, himbauwan pemkot sumsel
banner covid-19, promosi pemkot, banner pemkot sumsel
waspada kebakaran, larangan membakar hutan, kebakaran hutan, banner karhutbunlah,