Warga Surabaya Timur Banding Agung keluhkan Akses  Jalan 

3

Muaradua, lamanqu.id--Dibalik keindahan dan kemasyhuran Danau Ranau hingga ke manca negara, bahkan tercatat sebagai danau terbesar se Asia Tenggara, ternyata salah satu desa yang kebetulan berada di bibir danau kebanggan Oku Selatan itu menyimpan kisah memilukan bagi 58 Kepala Keluarga atau sama dengan 48 rumah warga desa yang berada diatas wilayah bukit desa itu.

Sebab untuk keluar masuk desa nya itu lereng sepanjang 7 kali tiang listrik atau sama dengan 350 Meter yang miliki derajat ketinggian kurang lebih 30 – 45° Derajat menjadi pemandangan memilukan bahkan ancaman bagi warga.

Ditambah kondisi jalan licin ketika selepas hujan sebagian tak beraspal serta penyanggah atau pembatas jalan kiri kanan pun tidak ada cerita nya entah sampaikan akan dibuatkan. Hal itu akan menambah deretan panjang masyarakat Desa menjadi korban selanjutnya.

Baca Juga :  Mawardi Yahya Minta Kosgoro Sinergi dengan Pemprov

Hal itu disampaikan
Kades Surabaya Timur, Wahyudi
Kepada LamanQu co Oku Selatan saat mendatangi wilayah ini dan berbincang langsung dengan masyarakat dan Kades nya.

Menurut Kades, desa nya yang sudah melakukan pemekaran semenjak 2008 lalu, yakni dari desa induk nya Desa Surabaya, kecamatan Banding Agung Oku Selatan dan membentuk desa baru yakni Desa Surabaya Timur ini sudah lama menunggu diadakan pembangunan jalan akses menuju dusun atas mereka menyebutnya.

“Kasihan anak anak mau sekolah, ketika sakit mau berobat dan macam macam keperluan harus keluar masuk dusun melalui bukit setinggi itu,” beber Wahyudi.

Belum lagi ketika ingin berobat disaat warga sakit maka tak ada pilihan lain jalan bak seluncuran ini lah yang satu satunya akses yang harus mereka lalui.

Baca Juga :  HUT Palembang ke 1337 di Tengah Pandemi Covid-19

Salah satu pengguna jalan yang merupakan warga dusun atas Desa Surabaya Timur ini, Sopian (50) saat dimintai keterangan, yang ia lihat selama ini mengatakan, untuk melewati jalan ini harus ekstra hati hati.

“Apo lagi musim ujan (hujan) om neman kejadian wong sini ngelundung (jatuh bergulir kebawah),” dia memberi keterangan.

Dia juga mengaku prihatin dan bersedih apa lagi ketika harus membonceng anak anaknya untuk sekolah atau berobat.

“Semoga saja jalan kami cepat dibantu dibangun diaspali om, kasihan warga dan kami kami ini,” harap dia saat ditanya keinginan nya terhadap kondisi keseharian nya, yang dengan terpaksa harus hadapi kegetiran melalui jalan itu.

Baca Juga :  Mengingat 70% NKRI Laut Ketahanan Pangan Terus Digeber KKP Lakukan MoU Dengan TNI

Secara terpisah, salah satu anggota  DPRD OKU Selatan, Widia ahdipuro yang kini pada Komisi III secara kebetulan berdomisili di Kecamatan Banding Agung dan dapat dihubungi via phonecell menyoal keadaan Desa Surabaya Timur ini membenarkan dan mengetahui kondisi jalan menuju desa surabaya timur yang sangat memperhatinkan itu.

Ia sendiri sedang mengusulkan dan jika memungkinkan akan melakukan pembukaan akses jalan badan baru menuju desa Surabaya Timur ini.

“Ya demi memudah kan masyarakat mengeluarkan hasil bumi dari desa tersebut,” kata Widia.

Mendengar pembicaraan itu dan kabar baik itu Kades Wahyudi pun merasa terharu, “semoga akses yang menuju desa kita ini akan terwujud sesuai harapan kita,” tandasnya. (tisna)