Palestina Adalah Persoalan Kemanusiaan Universal

google news, lamanqu

Palembang, lamanqu.id –¬†Diskusi publik yang diselenggarakan atas kerjasama Prodi politik Islam FAHUM UIN Raden Fatah Palembang, serta Himpunan Mahasiswa Prodi Politik Islam dan Konsulat kebudayaan Kedutaan Iran yang menghadirkan tema tentang Iran, Hari Quds dan Palestina.

Acara tersebut digelar di aula fakultas adab dan humaniora, Minggu (26/5/2019) dan dimoderatori oleh pengamat politik dari Mahija Institut Niko Adityas, MA.

Dalam paparannya Dr Norhuda selaku pembicara dan Dekan Fakultas Adab dan Humaniora menyampaikan bahwa persoalan Palestina bukanlah persoalan negara tersebut semata, tetapi persoalan Palestina adalah persoalan kemanusiaan secara universal.

Baca Juga :  BMKG Gelar Latihan Peringatan Dini Tsunami dengan 12 Negara

Sementara itu, menurut kemas Ari Panji yang juga sejarawan Sumsel menyebut bahwa Iran dapat dijadikan role model sebagai negara yang fokus terhadap pembelaan Palestina.
Karena Iran telah membentuk pasukan quds dari tahun 90 an hanya khusus membela palestina

“Biasanya orang orang Israel, orang sama halnya dengan orang non muslim yang lain selalu memanfaatkan momentum puasa ramadhan menyerang Palestina karena dianggapnya lemah atau sedang berpuasa,” ujarnya.

Adapun Kiki Mikail dalam sambutannya selaku direktur Iran corner menyebut bahwa masyarakat internasional setidaknya harus menghargai resolusi majelis umum PBB nomor 181 tahun 1947 yang memberikan mandat berdirinya negara Palestina dan Israel yang masing masing berstatus merdeka.

Baca Juga :  Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD TA 2019 dan Dua Raperda Muba 2020

“Untuk menyuarakan keadilan, Palestina harus diakui oleh seluruh negara anggota PBB yaitu 193 negara. Dari 193 negara tersebut, kini sudah 137 negara yang mengakui kedaulatan palestina Dan masih menunggu 56 negara mengakui kedaulatan Palestina karena dari 56 negara tersebut didalamnya termasuk negara adidaya Amerika serikat dan Inggris yang bertanggung jawab terhadap berdirinya negara Israel di tanah Arab,” katanya.

Dia menambahkan, Iran sebagai negara Islam, Pasca revolusi sangat fokus membela Palestina utamanya dengan pembentukan pasukan quds. Iran juga merupakan satu satunya negara yang menolak berdirinya negara Israel di timur tengah.

Baca Juga :  Bapak Dandim Terima Kasih, Sudah Buat Akses Jalan Bagi Kami

“Kami berharap dengan adanya diskusi ini, pemahaman mahasiswa terhadap persoalan Palestina lebih luas dan mahasiswa mampu memahami persoalan inti dari konflik palestina-israel,” pungkasnya. (Yanti)

banner 17 agustus, baner hut ri

baner hut ri ke 77, baner pemkot

hut muba ke 66

Pos terkait