Pasangan Solmet Resmi Pimpin Banyuasin, Askolani Dimata Kerabat Punya Kisah Sendiri

google news, lamanqu

Palembang, lamanqu.id-Tawa sumringah Pasangan Bupati terpilih Banyuasin H Askolani Jasi, SH MH dan H Slamet Somosentono, SH dengan selogan ‘Banyuasin Bangkit’ terpampang di hampir setiap sudut dari desa Sukajadi hingga wilayah Betung pada masa kampanye Pilkada 27 Juni lalu menyisahkan kenangan tersendiri bagi seorang Yulizar, salah seorang kerabat dekat pemimpin Visioner baru beberapa jam yang lalu sah secara konstitusional dilantik.

Solmet sebutan Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin ini bisa ditebak panggilan oleh Timses nya sematkan nama ini, selain karena ceritanya Solmet sendiri pelesetan dari bahasa seberang ‘Soulmate’ berarti belahan jiwa atau jodoh dibalik itu juga panggilan nama kecilnya atau akrab nya dipanggi ‘Skol’ untuk Askolani remaja serta ‘met’ untuk panggilan akrab Pakde Selamet

“Pertama-tama saya perlu untuk ucapkan selamat kepada H.Askolani Jasi, SH.MH dan H.Slamet Somosentono, SH atas dilantiknya pada hari tanggal 18.9.18 sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin”, begitu dikirim dan diketik langsung oleh Yulizar ketika ditanya kesan dia atas pelantikan pemimpin baru Banyuasin 2018-2023.

Baca Juga :  Ayah Saya Baru Saja Meninggal Karena Corona...!
Momen foto bersama

Digit angkah dia biarkan jadi teka teki, tak dia ungkapkan, Karena sibuk nya sebagai line terdepan Tim keluarga semenjak siang hingga larut malam tak hentinya tamu tamu terus berdatangan sekedar berbagi kebahagian, ucapkan selamat atas pelantikan hari ini.

Yulizar menuturkan ” Pencapaian hari ini yang sama sama kita saksikan merupakan pencapaian Tim yang sudah bahu membahu hujan panas tak kenal lelah”, ketika disinggung mengenai kesan dan hikmah dari sebuah kerja keras dia termasuk dalam mengorganisir kekuatan massa.

Dia melanjutkan “Perjuangan dengan Askolani dalam mewujudkan impian untuk Pilkada Banyuasin sesungguhnya sudah cukup lama”, kenang nya.

Ditanya apakah prinsip ” kekalahan adalah keberhasilan yang tertunda” berlaku dalam primbon yang anda kantongi semenjak dulu,?

“Betul sekali itu, sela Yulizar dengan semangat, dan dia lajutkan, ” Jadi begini Perjuangan pertama Pilkada tahun 2014 kami (Askolani- red) kalah”, kenang Dia.

“Ya dapat urutan ke-4 saja”, “Dari pengalaman dan kekelahan tersebut menjadi pelajaran bagi beliau (Askolani- red) dan Timses untuk berbenah, baik dalam membentuk Timses maupun dalam memobilisasi massa”, beber Yulizar seorang Sarjana Tehknik lebih memilih berbisnis dari pada bekerja ini.

Baca Juga :  Tito Karnavian Sampaikan Pesan Ini ke Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit

Ditanya sebagai seorang sahabat sekaligus kerabat kesan dia melihat sosok Askolani itu seperti apa, Yulizar menuturkan Askolani mempunyai motivasi yang tinggi keinginan yang kuat dalam menggapai apa yang dia cita cita kan.

“Orangnya religius rajin ibadah”, dan ketika dalam ditimpah persoalan” imbuh nya, “sebenarya saya juga sering dinasehat Dia, selalu optimis dan berkeyakinan bahwa Tuhan akan memberikan petunjuk”, tutur Yulizar.

Kemudian Yulizar sosok yang mengetahui A-Z nya sang Bupati Banyuasin 2018-2023 ini pastinya punya kisah tersendiri diharapkan menjadi inspirasi untuk generasi akan datang menyampaikan kesan nya,

“Tentu saja keluarga saya bangga dan haruh beliau (Askolani-red) berhasil wujukan Impian tersebut, karena Askolani bukan dari golongan orang yang mampu, beliau hanya lah anak pasangan petani dan pedagang ikan jelas nya.

Lirih Yulizar mengucapkan, ” Selamat ya Wak H.M. Jasi Madrus dan Hj.Hudaya”.

Baca Juga :  PPP Siap Rangkul Generasi Muda Milenial

“Ini lah bukti, imbuhnya, ‘Nasib siapa yang bisa mengukur kedalaman nya, semua kehendak dari yang maha kuasa”.

“Bangunan konsep pemenangan Askolani sendiri memang piawai dalam hal ini dan strategi diterapkan tentu nya semua lini berjibaku”, bebernya lagi.

“Sederhana saja memang cuman bagaimana meyakinkan masyarakat secara argumentative dan menarik sehingga perhatian itu tertuju pada H.Askolani lah yang mampu unruk memimpin Banyuasin”, terang Yulizar.

Yulizar menambahkan, ” 1998 kala itu Askolani remaja Waktu Banyuasin ini masih bagian dari Musi Banyuasin kiprah dan gelorah sosok aktivis, bagaimana milintansi yang dia gerakan untuk Aliansi Mahasiswa Muba kala itu’,

“Jadi Alhamdullillah, dapat memenangkan hati masyarakat, semogah seperti apa yang diharapkan cita cita kita semua menciptakan dan mewujudkan Kesejahteraan dengan program program yang telah direncanakan.

Sekali lagi Alhamdulillah dapat memenangkan PILKADA Banyuasin ini, seperti terwujud waktu kami kuliah dulu Askolani sangat berkeinginan ingin jadi Bupati”, tutup Yulizar.

banner pemkot, selamat idul adha, banner hari raya kurban

pecah rekor muri

banner pemkot, selamat ramadhan

Pos terkait