Tanamkan Akhlaqul Karimah dan Tahfidzul Al-Quran Pada Anak Usia Dini

Sulut, lamanqu.id — Seberadaan Pondok Pesantren yang tersebar di Tanah Air, sebagaimana dikenal selama ini, tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga mendidik Akhlaqul Karimah atau budi pekerti dan Al-Qur’an yang terintergasi dalam sistem pendidikan dan pengajaran di dalamnya.

Demikian pula sistem pendidikan dan pengajaran di Pondok Pesantren Alluthfi, rintisan Ustadz Kyai Ari Papulungan beserta para Asatidz, sangat concern pada penanaman nilai pendidikan Ahlaqul Karimah dan Tahfidz Qur’an bagi para santrinya sejak usia keemasan.

Menurut Ustadz Aktivis Penggerak Masyarakat Desa di Kemendes PDTT ini, Pondok ini telah dirintisnya  sejak Tahun 1996 dan baru dibuka secara resmi kelembagan pada Tahun 2006.

Pesantren rintisan keturunan buyut Mu’adzin Masjidil Haram, KH. Abdullah Paputungan (Alm) ini, juga menyelenggarakan pendidikan formal, baik  Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Madrasah Ibdtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

Baca Juga :  Ambil Sumpah Pejabat Baru, Popo Ali : Mari Kerjasama Satukan Mindset Kemajuan Oku Selatan

Selain pendidikan formal, lanjut Ustadz Kyai Alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Situbondo, Jawa Timur ini, Pesantren ini juga menyelenggarakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang terdiri dari program Paket A, Paket B dan Paket C.

“Proses Transmisi nilai IMTAQ (Iman dan Taqwa) yang diimplementasikan dalam pendidikan Akhkaqul Karimah dan Tahfidzul Qur’an, dan Transformasi IPTEK  (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), harus  dimulai dari anak usia keemasan. Ini kunci keberhasilan penyiapan generasi calon pemimpin bangsa ke depan”, ujarnya.

Ustadz Kyai Ari tambahkan, Pesantren yang terletak di Desa Lolanan (berarti tempat  “Penyeberangan”), Kecamatan Sang Tombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Prov Sulawesi Utara ini, menfokuskan pada Empat  Program Unggulan, yakni Tahfidz Qur’an, Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan Kitab Kuning.

Baca Juga :  Pemkab Muba Gelar Pasar Murah bagi Warga Prasejahtera dan Terdampak Covid-19

“Sejalan dengan makna lokasi Desa Lolanan, yakni Tempat ” Penyeberangan” tersebut, maka Pesantren ini mengemban amanah besar: mengantarkan Generasi Muda Santri dengan bekal IMTAQ dan IPTEK yang berkualitas, seperti Tahfidz Qur’an, Bahasa Arab dan Inggris dan Kitab Kuning, agar nantinya mereka mampu membawa ummat menyeberangi samudera kehidupan menuju pulau harapan: “Sa’adah Fiddaroini”, tandasnya.

Ustadz aktivis ini juga mengakui, banyak pihak telah berkunjung dan membantu Pesantren ini, baik perorangan maupun kelembagaan. Semua itu menunjukkan support dan kepedulian mereka terhadap pesantren.

Para pihak tersebut, antara lain adalah: Bupati Bolaang Mongondow, Staf Ahli Kemendes dan PDTT, Staf Ahli Kemendagri, Pengasuh Ponpes se Sulut, Staf Ahli DPR-RI, Ketua Komisi I DPRD Kab. Bolaang Mongondow,  Yisra Al-Habsyi, SE., Pengurus Pusat GP Ansor, Kakanwil Kemenag Prov. Sulut dan Kab Bolmong, Pengurus Baznas Kab. Bolmong, Kadis Perikanan dan Kelautan Kab. Bolmong, Tenaga Ahli KPP Kemendes PDTT, Balai Tanam Nasional, Anggota TNI dan Polri, Ibu Mega, Istri Jenderal Wiranto, Ketua Persatuan Guru NU, Aktivis LSM dan Insan Pers dan lain lain.

Baca Juga :  Investasi Syariah Sesuai Pilihan Hati, PermataBank Syariah Hadir Sebagai Mitra Distribusi Sukuk Wakaf Ritel Seri 002

“Tadi malam (13/09/2018) juga Pak Arwani yang Alumni Pondok Modern Gontor Angkatan 80-an,  Dosen Univ. Cokroaminoto Yogyakarta dan Konsultan Nasional P3MD Kemendes PDTT, berkunjung ke Pondok. Semua memberi semangat dan  mendoakan bagi kemajuan Pesantren kita,” imbuhnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Pondok Pesantren ini telah mengasuh sebanyak  207 Santriwan/Santriwati dari berbagai Daerah. Mereka diasuh oleh sebanyak 27 Ustad/Ustadzah alumnus dari berbagai Lembaga Pendidikan dan Pondok Pesantren tersohor di Tanah Air dan Luar Negeri. (Nopri/Ril)

banner pemkot, selamat idul adha, banner hari raya kurban

pecah rekor muri

banner pemkot, selamat ramadhan

Pos terkait