Satgas PLN Turun Ketika Mati Lampu, Blunder Cemooh Tak Terhindari Lagi

google news, lamanqu

Reporter: Fandi | Editor: Arjeli SS

Palembang, lamanqu.id–‘Energy of Asia” itulah sebutan yang kita banggakan ketika, bangsa Indonesia berkomitment ambil alih posisi Vietnam sebagai tuan rumah pesta olahraga bergengsi seAsia. Media asing semisal South China Morning Post pernah sebut, dan cemooh kan kita, dengan dalih 5 tahun persiapan tak mungkin Indonesia bisa sukseskan sebagai Host even besar ini, karena idealnya 7 tahun baru lah sebuah negara host bisa akan mematangkan persiapan sebagai penyelenggara.

Bacaan Lainnya

Dengan dalih yang lain media yang terkenal keritikan keras nya ini, kita negara yang miliki sederetan persoalan, secara satire kita dikritik miskin dengan ambisi besar, masalah keamanan, 3 bulan sebelum penyelenggaraan kita dituduh pelihara persoalan terorist. Pada bagian ini kota terbesar ke 2 Surabaya terjadi aksi terorisme. Belum lagi tindakan keras kepolisian Metro Jakarta melakukan sapu bersih premanisme persiapan Asian Games 2018 tak luput dari sorotan Media China Selatan ini. Yang pasti kejadian demi kejadian ada saja miring pemberitaan asing yang curi curi kesempatan untuk bentuk opini publik masyarakat dunia, khusus nya 45 negara peserta Asian Games 2018 ini. Berselang kurang dari 3 jam saja acara spektakuler puncak pembukaan Asian Games di GBK Jakarta mengundang decak kagum ratusan para Hadirin dan menjawab kekhawatiran sebagian publik Asia. Mereka belum mengetahui pengalaman demi pengalaman kita Indonesia selalu berhasil sebagai penyelenggara even sejenis pada tahun tahun sebelum nya .

Palembang sebagai tuan rumah Asian Games kota ke-2 setelah Ibu kota Jakarta, puluhan media asing sudah berkumpul walaupun terpecah dua konsentrasi dengan acara pembukaan di GBK dan sebagian nya sudah melenggang masuk Palembang, pelan dan pelan akan mencium kejadian ini. Sebuah kejadian yang sebenarnya tak pantas terjadi dan harus dianalisa jika ada peningkatan daya dengan nalar amat sederhana saja sebenarnya.

Terjadi dan tak terhindari salah satu destinasi wisata kota tua Palembang (mereka sebut). Kebanggaan wong Palembang Sudirman Walk mengalami mati lampu sehingga gerutu Pengunjung disini lantang sekali terdengar, ” Tidak malu lagi ada Asian Games kok mati lampu”.

Akhir pekan panjang bersamaan dengan momentum bergengsi pasti lah

Pencarian tempat santai di Kota Palembang yang tepat ya di Sudirman walk salah satu alasan tepat untuk menghabiskan malam libur bersama keluarga, tak terbayang sebelumnya Sabtu malam mati lampu, (18/08/2018)

Masyarakat keluhkan mati lampu di sudirman walk yang seharusnya terang benderang, akhirnya mati lampu juga sehingga membuat pengunjung berhamburan pulang.

Rahmat salah satu pengunjung asal Musi banyuasin yang saat diwawancarai mengatakan, “Kok bisa mati lampu padahal ini kan destinasi masyarakat Sumatera Selatan dalam menghabiskan malam libur bersama keluarga”, tutur Rahmat.

Ditambahkannya, ” Apalagi malam ini adalah pembukaan Asian Games di Palembang, masa tidak dijaga suplai listrik malulah sama tamu dari luar negeri masa mati lampu begini”, tegas Rahmat.

“Seharusnya PLN bisa antisipasi jika hal seperti ini terjadi, jujur saya kecewa karena baru pertama kali jalan malam ke Sudirman Walk tapi malah mati lampu, Tidak malu ya lagi ada pembukaan Asian Games”, tutup Rahmat.

Salah seorang warga, Rido mengatakan, sangat kecewa PLN yang mamatikan lampu apalagi saat pembukaan Asian Games.

“Saya sangat kecewa dengan PLN. Segala aktivitas di rumah urung. Anak-anak menangis rewel dirumah karena kepanasan dan rumah gelap gulita,” ujarnya.

Menurutnya, harusnya PLN lebih menyiapkan diri lagi apalagi di Palembang sedang ada even Internasional. “Malu kita dengan warga luar, kalau mati lampu terus, ” keluhnya.

Orang nomor satu di PLN WS2JB Daryono yang pasti sudah sadar betul dengan momentum ini, dia bentuk Satgas semenjak dini untuk da pentingnya Asian Games ini. Walaupun tak ada bantahan mujur tak dapat dicari malang tak bisa dihindari telah terjadi.

Ketika dihubungi via phoncell GM PLN WS2JB mengakui, ada beberapa wilayah Palembang yang kena pemadaman listrik. “Insiden mati lampu ini sedang kami selidiki. Pemadaman listrik ini karena ada gangguan di Gardu Induk Siguntang dan Talang Ratu. Segera kami telusuri, ” ucapnya.

Ketika disinggung apakah mati lampu di Palembang karena kurangnya pasokan daya, Daryono mengungkapkan, dari sisi daya cukup. “Karena daya yang disiapkan 730 KV untuk Asian Games Jakabaring, sedangkan kebutuhan 750 KV untuk transmisi Gardu Bukit siguntang dan Talangratu. Pihaknya, satgas sedang selidiki, akar persoalan ini sedang “Mati lampu ini karena terganggunya sistem transmisi”, katanya.

grand fondo

banner 17 agustus, baner hut ri

baner hut ri ke 77, baner pemkot

hut muba ke 66

Pos terkait