Mabmi Sumsel Lestarikan Budaya Melayu di Palembang

Palembang, LamanQu.id – Tepat 15 Juni 2020 lalu, Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (Mabmi) rayakan milad (ulang tahun) ke-49. Wadah organisasi pemersatu rumpun Melayu ini kedepan segera melanjutkan kegiatannya pasca covid-19 terutama di kota Palembang.

Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (Mabmi) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Dato DR H Kms Muhdi Abubakar, SE, MM, menjelaskan kiprah Mabmi Sumsel setelah covid-19 yaitu melanjutkan kegiatan ngobeng, sanggar tari dan lain lain yang selama ini sudah berjalan setiap minggu lantaran terpotong covid-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sempat terhenti.
Dan rencananya pihaknya dalam malam minggu ini akan menggelar kegiatan yaitu ratib adat.

“ Kita berdoa bersama semoga semoga covid-19 ini segera berakhir sambil kegiatan lain seperti ngobeng kita mulai , rencana juga syarofal anam, kegiatan tari-tari melayu, budaya melayu kita mulai aktip lagi,” katanya ketika ditemui di kantor sekretariat Mabmi Sumsel di Jalan Veteran, Palembang, Kamis (18/6).

Selain itu pihaknya secepat mungkin akan melantik kepengurusan DPC Mabmi kota Palembang dilanjutkan pelantikan DPC Mabmi kota Prabumulih dan menyusul DPC lain.

“ Seluruh kepengurusan Mabmi seluruh Sumsel sudah terbentuk , karena terpotong covid ini tidak bisa melantik, mana mereka siap kita lantik ,” katanya.

Memaknai hari ulang tahun Mabmi ke – 49 menurutnya Mabmi harus lebih melestarikan budaya dan membuat budaya menjadi lestari.

Selama ini menurutnya budaya banyak di tinggal oleh generasi milenial sehingga pihaknya akan melestarikan lagi budaya ini melalui sosialisasi seperti ngobeng dan kegiatan tari melayu.

Selain itu rencana kedepan Mabmi Sumsel akan menggelar diskusi yang bertajuk Ngobeng dengan menghadirkan para tokoh budaya dan seni yang ada di Kota Palembang dan berkerjasama dengan pihak lain.

Hal ini menurutnya berawal dari prihatin terhadap kalangan milenial banyak meninggalkan budaya melayu sehingga wajar jika budaya melayu ini harus dibangkitkan.

“ Insya Allah kita solid, karena kita merangkul semua unsur kesukuan di Mabmi , budaya melayu ini bukan punya kita , budaya melayu ini luas, “ katanya.

Dia memastikan akan ada komunitas sendiri guna mengangkat budaya melayu di Palembang .

“Selamat Milad ke-49 Mabmi, semoga organisasi ini bisa menyatukan seluruh etnis yang ada tidak hanya Melayu. Sesuai dengan motonya Takkan Melayu Hilang di Bumi semoga akan menjadi lebih besar lagi ke depannya,” Dato DR H Kms Muhdi Abubakar, SE, MM. (Yanti)

banner pemkot palembang
banner covid muara enim
promsi capil, capil palembang