PPOKUT Menyoroti New Normal, Rasmi: Itu baik untuk Berproduktif Tetap Jaga jaga..!

Martapura, LamanQu.co–Beberapa Wira usaha yang terletak di Pesisir Komering Desa Bantan Kecamatan Buay Pemuka Peliung masih bertanya tanya tentang pemberlakuan ”New Normal”. Hal ini menimbulkan pemikiran bagi Wira usaha tentang keadaan yang normal atau dipaksa normal, Senin, (01/06)

Wira usaha yang tergolong menegah ke bawah, sebagian besar tidak mempersoalkan kebijakan Pemerintah untuk tindakan ”New Normal”. Bahkan di saat Pandemi, para Wira usaha contohnya yang berada di pesisir komering masih mampu menghidupi keluarga mereka meski pendapatan mereka tidak sama seperti keadaan sebelum pandemi. Melalui usaha mengumpulkan hasil bumi, seperti Pasir dan Batu dari sungai Komering, mereka masih mampu bertahan secara ekonomi.

Salah satu dari pelaku usaha yang enggan  ditulis nama nya menjelaskan, kepada LamanQu Oku Timur bahwa usaha mereka tergantung pada proyek yang dijalankan oleh pemerintah.

“Selagi proyek berjalan dan bertambah atau berkembang, usaha bahan baku masyarakat OKUT jalankan tetap berjalan normal,” terangnya.

Secara terpisah, Rasmi Daliana,M.Pd selaku Ketua Koordinator Posko Bersama Pemuda Peduli OKU Timur (PPOKUT) saat ditanya  akan kebingungan sebagian masyarakat Oku Timur akan memasuki apa yang disebut dengan  status New Normal,  dia mengungkapkan, bahwasanya kita harus menyikapi  ”New Normal” adalah kembali ke aktifitas semula sebelum covid 19 hadir.

“Namun penekanannya pada perilaku hidup sehat aman dan tetap produktif” urainya.

Dia juga menilai dengan adanya
‘New Normal atau diberlakukannya  New Normal ini karena tidak mungkin warga terus menerus bersembunyi di rumah tanpa kepastian.

“Masyarakat kan harus cari penghidupan buat biaya hidup dan menghidupi keluarga nya” ia menambahkan.

Ditanya soal kesiapan Pemkab Oku Sendiri ketika memasuki masa Normal Baru ini ia pun menilai itu langkah baik dari sisi upaya untuk bisa menjadi produktif kembali.

Kendati itu ia masih meragukan itu, “Sebab pemahaman saja masyarakat kurang mengetahui itu,” katanya.

Ia pun menyebut jika persoalan ini saja masyarakat kurang faham bagaimana mungkin New Normal itu akan berhasil diterapkan.

“Jadi mohon maaf secara pribadi saya meragukan, ini apakah pemerintah sudah benar benar bisa menjamin keadaan saat ini memang sudah normal? apa dipaksa normal?,” Ucapnya.

Ia juga menambahkan, ada banyak sektor dan hal yang harus dipersiapkan untuk memasuki New Normal ini.

“Ini kan beda beda tipis dengan penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB),” terangnya.

Ada pengawasan, penataan, pengaturan dan macam macam lagi, ujar Rasmi.

Jadi kita masuk ke pemberlakuan New Normal untuk menjadi produktif , akan tetapi protokol kesehatan tetap diutamakan seperti pemberlakuan PSBB,”  jawabnya saat ditanya perbedaan New Normal dan PSBB.

“So jangan terjebak dengan istilah memusingkan ,” ketus nya.

Dia juga dalam mensosialisasikan program apa saja, dia meminta gunakan lah diksi bahasa yang mudah dimengerti.

Menyinggung soal mudah nya masyarakat sekarang akan terprovokasi akan isu isu yang terkesan menakutkan, ia juga melihat masyarakat ada baiknya tidak gampang percaya dengan hal hal yang menyesatkan dengan berita teman-teman di medsos dan lain sebagainya.

Coba lah untuk Filtering (saring) before sharing ,” tegas dia.

“Selain itu, dia menambahkan,” Jika ingin menjaga diri dan keluarga,  ada baik nya tidak membuat berita media yang menimbulkan kepanikan publik dengan adanya ”New normal ini,” tandasnya.(tova)

banner pemkot palembang
banner covid muara enim
promsi capil, capil palembang