Anugerah Terindah untuk Sang Gubernur…!

2

Palembang, lamanqu.id – H Herman Deru dan istri begitu merasakan anugerah terindah. Cucu perempuan pertama dari anak keduanya Hj Samantha Tivany B.Bus (Shasa) dan Muhammad Yaser SE lahir dengan selamat.

Proses kelahiran cucu ketiga Gubernur Sumsel ini dilakukan di RS Siloam Sriwijaya dibantu oleh dr Aerul Chakra SpOG dan berlangsung sekitar 30 menit.

Dan, sepertinya Herman Deru mengaku tak begitu deg-degan atas kelahiran cucunya itu. Hal ini dia rasakan tak hanya saat menunggu kelahiran cucu saja tapi juga ketika menanti sang istri melahirkan.

“Nah inilah dari dulu Alhamdulillah aku nih idak pernah cemas atau tegang. Waktu nunggu anak aku lahir dulu cak itu jugo. Kareno aku ikhlas, percaya samo tim dokter dan yang pertamo percayokelah samo Allah. Alhamdulillah tenang. Kareno cemas jugo idak nyelesaike masalah,” Herman Deru berkisah.

Pada usia ke-53, Herman Deru bahkan sangat bersyukur karena masih diberi kesempatan menyaksikan kehadiran dan tumbuh kembang cucu-cucunya yang kini berjumlah 3 orang. Yaitu Danis (Muhammad Mandala Sultan Persya), Deka (Muhammad Karenzo Zhafran Abiyasa) dan yang baru lahir Khansa Arumi Malaika Abiyasa.

“Di hari bahagia ini kami (bersama ibu Feby) sangat bersyukur dan berterima kasih pada Allah SWT sang pencipta diberi kesempatan dan main dan bercanda dengan cucu. Bersyukur sekali, apolagi aku nih sudah dapet cucung dari umur 44 tahun,” kata Herman Deru bangga.

Baca Juga :  Didukung 18 Kecamatan, M Hidayat Kembalikan Formulir Balon Ketua Golkar Palembang

Dia menyebutkan, keberkahan yang didapatnya ini tak lain karena ia berani memutuskan menikah muda kala itu. Karena itu Herman Deru berharap anak cucunya dapat menjadi lebih taat beribadah. Sehingga dapat selalu mensyukuri nikmat kesehatan yang diberikan Allah SWT.

Tentang nama-nama panggilan bagi cucu-cucunya tersayang, gubernur yang biasa namanya disingkat HD ternyata punya pakemnya sendiri. Nama panggilan untuk Danis misalnya ternyata merupakan gabungan nama Deru dan besannya yakni Ahmad Yanis yang disingkat menjadi Danis. Pun nama cucu keduanya Deka yang diambilnya dari penggabungan nama Deru dan nama besannya Karnain.

“Nah karno cucung ketigo ini betino, yang harus ngenjuk namo panggilan kesayangannyo Datinnyo (nenek perempuan) iyolah bu Feby. Inisialnyo harus huruf F cak ibu Feby,” ia berkelakar.

Ujar HD, nama-nama panggilan kesayangan dari Datuk dan Datin ini biasanya tidak sama dengan nama asli yang diberikan orang tua mereka. Namun karena sering digunakan, biasanya menjadi populer dengan sendirinya.

“Istilahnyo itu Ubi Kayu Pisang Gedah Kamu Galak Payu Dak Galak Sudah. Kami nih memang biaso ngenjuk namo-namo panggilan kesayangan cak Danis samo Deka cak itulah. Kalo namo asli biarlah wong tuonyo dewek. Tapi biasonyo lamo-lamo namo-namo panggilan inilah yang dipake,” ucap HD dengan logat khas Palembang.

Baca Juga :  Saya Ingin Musim Penghujan tak Ada Genangan Air

Bagi HD, kehadiran cucu adalah penyemangat yang tak ternilai meski terkadang diakuinya tingkah sang cucu juga kerap membuat keki. Misalnya, saat sang cucu (Deka) merengek minta dibelikan game online saat tengah malam.

Sebagai orang tua, HD tetap mengingatkan agar anak-anak tidak serta manja dan menyerahkan pengasuhan anak mereka ke kakek dan neneknya. Meskipun kakek dan neneknya masih sehat untuk mengurus dan mengasuh.

“Yang banyak terjadi itu tadi seolah-olah tanggung jawab ado di datuk samo datinnyo. Padahal domain mengurus anak itu tetap keduo uwong tuonyo. Tugas Kakek samo nenek itu adalah membimbing. Sehingga dalam keterlibatan pengasuhan juga tidak boleh terlalu dalam,” urainya.

Sambung HD, bukan karena dia tak mau direpotkan oleh kehadiran cucu-cucunya, tapi demi mendidik anaknya agar tidak ketergantungan pada siapapun. Sehingga mereka lebih mandiri menjadi orang tua.

Hj Feby Deru sang Istri Herman Deru mengatakan, sebenarnya pemilihan tanggal cantik ini tidak begitu direncanakan. Namun memang kebetulan sesuai jadual, anak ini harus lahir di bulan Februari.

“Niat awalnya malah ingin disamakan saja dengan tanggal lahir datin nya (nenek) yaitu tanggal 20 Februari tapi tidak jadi,” ucap Feby santai.

Baca Juga :  Karang Taruna Bukan Warisan ASN...!

Sesuai saran dokter lanjut Feby, cucu ketiganya ini akan sebaiknya dilahirkan sebelum tanggal 20 Februari sebelum tanda kontraksi muncul. Karena kebetulan ada tanggal cantik 0202 tahun 2020 merekapun akhirnya sepakat memilih tanggal tersebut dan mengatur jadwal operasi.

Kini, Feby berharap cucu ketiganya itu yang berjenis kelamin perempuan ini dapat menjadi keturunan yang soleha. Berbakti kepada orang tua dan berguna bagi agama, bangsa dan semua orang. Sekedar untuk diketahui Khansa Arumi juga merupakan cicit ke-9 dari Walikota Palembang Periode 1993- 2003 M.Husni dan istri.

“Kalo kato Datuknyo tadi biar nurut Datin nyo bae. Karno rajin bangun pagi. Jangan nurut mamanyo galak bangun siang,” ujar Feby terkekeh.

Selain keluarga besar, kelahiran cucu ketiga Gubernur itu juga tampak dihadiri sejumlah kerabat dan kolega termasuk Kepala OPD di lingkungan pemprov Sumsel. Di antaranya Walikota Palembang Periode 1993-2003 M.Husni dan istri, Kepala Dinas Kesehatan Dra Lesty Nurainy, Kepala Dispenda Neng Muhaibah, Kasatpol PP Aris Saputra, Kepala BKD Nora Elisya, Komut Bank Sumsel Babel Edy Juanidi dan sejumlah pejabat lainnya. (AMK)