Aplikasi Lapor Untuk Optimalisasikan Kinerja ASN

News
Aplikasi Lapor

Palembang, lamanqu.id – Rektor Universitas Sriwijaya Prof Dr Ir H Anis Saggaff MSCE menilai aplikasi Lapor sangat efektif dalam mengoptimalisasikan kinerja Aparatur Sipil Negera (ASN). Pasalnya, dengan adanya aplikasi Lapor, instansi pemerintahan dapat memperbaiki pelayanannya jika ada laporan dari masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Anis Saggaf saat diwawancarai dalam kegiatan Goes To Campus yang diselenggarakan Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bekerja sama dengan Universitas Sriwijaya, Ombusman Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kota, Palembang, Ristekdikti dan Kantor Staf Presiden pada hari kedua, Jumat (27/9/2019).

Anis Saggaf menuturkan, dengan adanya aplikasi Lapor tidak boleh takut. Karena yang melaporkan jelas namanya sehingga lebih obyektif. Pasalnya kalau zaman dulu, penyampaian laporannya biasanya pakai surat kaleng. Tapi kalau zaman sekarang, yakni zaman milenial mahasiswa yang melapor bisa menuliskan namanya, sehingga laporannya bisa lebih dipercaya.

“Dengan adanya aplikasi Lapor, ini sebagai media untuk memperbaiki pelayanannya. Jadi pimpinan tidak boleh tersinggung, kalau ada yang membuat laporan. Karena ini, program dari Kemenpan sebagai tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat. Aplikasi ini untuk mengoptimalisasikan kineja kita ASN, ” ujarnya.

Menurutnya, kadang instansi pemerintah ini sudah merasa sukses memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun, kadang ada oknum ASN yang kurang optimal yang memberikan pelayanan.

Aplikasi Lapor ini sudah canggih karena pakai Android. Misal ada sarang perjudian, lokasi rawan begal. Itu bisa dilaporkan dengan aplikasi Lapor. Nanti ditindaklanjuti oleh Kemenpan RB melalui Deputi Bidang Pelayanan Publik, ” bebernya.

“Untuk di kampus ini, yang banyak menjadi keluhan mahasiswa adalah soal UKT dan minta beasiswa. Kita bisa memberikan keringanan untuk UKT asalkan data yang diberikan tidak bohong. Pasalnya, kalau datanya berbohong dapat diberhentikan. Sedangkan untuk permintaan beasiswa, itu mahasiswa yang tidak dapat beasiswa mengajukan supaya dapat. Itu jelas kita tindaklanjuti dengan mencarikan mitra misalnya dengan perbankan untuk menambah kuota beasiswa, ” tandasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Prof. Dr. Diah Natalisa mengatakan, kegiatan hari ini adalah salah satu dari rangkaian kegiatan Kemenpan RB bekerja sama dengan banyak pihak, dalam rangka untuk lebih mensosialisasikan aplikasi ” Lapor “.

“Aplikasi Lapor ini merupakan dimana masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya. Pasalnya, seringkali pada saat masyarakat menyampaikan mau komplain pertama mereka nggak tahu harus kemana atau bisa juga kalau mereka melapor belum tentu dapat ditindaklanjuti dengan baik selama ini, ” katanya.

Lebih lanjut Diah menjelaskan, pengelolaannya ini diamanahkan kepada Kemenpan RB. Jadi itulah yang dilakukan dan pihaknya sentu sudah setelah diberikan amanat berusaha untuk dapat mensosialisasikan yang menyebarluaskan dan juga supaya penyelenggaraan pelayanan publik.

“Memang penggunaan menggunakan teknologi informasi ada yang pakai SMS ada media sosial dan alhamdulillah saat ini juga kita sudah melauncing penggunaan lapor dengan mobile jadi lebih mudah bagi masyarakat untuk melapor,” tambahnya.

Tahun ini, lanjut Diah, pihaknya melaksanakan kegiatan sosialisasi Lapor ke kampus, memang sengaja untuk mengajar adik-adik mahasiswa untuk juga dapat lebih mensosialisasikan dan mengajak juga masyarakat lainnya untuk dapat menggunakan lapor ini. Sosialisasi Lapor Goes To Campus sendiri sudah kita laksanakan di tiga kota, Semarang bekerjasama dengan Universitas Diponegoro dan juga TPS yang ada di sana selanjutnya Minggu lalu kita laksanakan di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin bekerja sama tidak dengan di situ dan hari ini kita laksanakan di Universitas Sriwijaya kali ketiga dilaksanakan di Unsri.

“Pesertanya tidak hanya dari Unsri tapi juga berbagai PTN PTS yang ada di sini. Termasuk masalah pendidikan masalah di Dukcapil apa itu sangat dinamis tergantung terhadap apa ya permasalahan-permasalahan yang ada saat ini masih mendominasi pendidikan masalah,” bebernya.

Diah menuturkan, masyarakat yang melapor itu tidak selamanya mereka komplain ada yang menyampaikan aspirasi atau juga ada yang bertanya karena mungkin miskomunikasi atau kurang informasi jadi banyak yang tanya, bagaimana misalnya permasalahan Prodi atau misalnya di dukcapil itu masalah KTP kebanyakkan.

“Sebenarnya kami kan juga punya perwakilan dalam hal kerjasama, jaringan inovasi pelayanan publik termasuk juga untuk lapor,
Ditiga daerah selain di Palembang di Jawa Timur satu lagi di Sulawesi Selatan. Mereka juga sudah melakukan berbagai kegiatan termasuk di Palembang ini mereka juga sudah membentuk awan lapor diri mensosialisasikan tidak hanya untuk mahasiswa tetapi juga untuk adik-adik pelajar,” urainya.

“Intinya adalah kita ingin mensosialisasikan bahwa selama ini kan budaya kita nih kalau dikritik tentang kan salah kita salah besar padahal sebenarnya dalam undang-undang pelayanan publik undang-undang nomor 25 tahun 2009. Partisipasi masyarakat partisipasi publik itu sangat diharapkan oleh karena itu dengan mendapatkan masukan mendapatkan saran ataupun kritik seharusnya ini justru menjadi ruang kita untuk perbaikan. Jadi tidak selamanya aspirasi laporan ini negatif.

Diah mengungkapkan, melalui aplikasi Lapor masysrakat bisa melihat sejauh mana laporan mereka ditindaklanjuti. “Laporan mereka kita tindaklanjuti 1 kali 24 jam. Paling lama 3 hari kerja itu sudah kita disposisikan ke instansi yang berhak menindaklanjuti laporan dari masyarakat,” pungkasnya. (Yanti)