Kelurahan Diminta Berpartisipasi Kelola Sampah

0
3

Palembang, lamanqu.id – Kelurahan diminta ikut berpartisipasi dalam penanganan serta pengelolaan sampah dengan pengelolaan sampah menggunakan instalasi Re-use, Reduce, dan Recycle (3R).

Hal tersebut diungkapkan Asisten I Setda Kota Palembang Sulaiman Amin pada rapat koordinasi penanganan sampah di Ruang Parameswara Kota Palembang, Rabu (8/5/2019).

Sulaiman Amin mengatakan, pihaknya ingin agar sampah ini agar dapat memberikan nilai tambah. Kecamatan Kalidoni sudah dapat melaksanakan hal ini.

“Membawa semua sampah ke TPS merupakan hal yang biasa. Diharapkan pihak kecamatan dan kelurahan harus mampu mengelolanya secara mandiri. Saya berharap program penanganan sampah di tingkat kelurahan dapat terlaksana pada 2019 diseluruh kelurahan,” bebernya.

Baca Juga :  Palestina Adalah Persoalan Kemanusiaan Universal

“Sampah di Palembang ini sekitar 1.000 hingga 1.400 ton per hari. Yang mampu diangkut sekitar 900 ton. Bagaimana peran dan partisipasi kita dalam pengolahan sampah ini,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Kalidoni Arie Wijaya menjelaskan tentang kiat Kecamatan Kalidoni dalam mengelola sampah. Kecamatan Kalidoni dengan 5 kelurahan atau sekitar 90 ribu penduduk hanya ditangani dia kontainer truk sampah. Hal ini tidak optimal dalam mengumpulkan seluruh sampah.

“Kami mulai mengelola sampah secara mandiri dengan mendirikan TPS. Sampah ini sebuah potensi bisnis yang luar biasa,” urainya.

Baca Juga :  Bank Indonesia, BMPD dan Perbanas Serahkan Bantuan Penanggulangan Wabah COVID-19

Dia menjelaskan, instalasi Re-use, Reduce, Recycle (3R) yang digunakan di kecamatan Kalidoni menampung sampah yang faktanya 80 persen adalah jenis sampah organik. Apalagi, 90 persen dari sampah organik tersebut dapat di olah kembali. Sementara 20 persen sampah non organik.

“Sampah plastik ini kami olah menggunakan mesin pirolisis dan converter untuk dijadikan bahan bakar. Dari 100 kg sampah plastik dapat menjadi bahan bakar sekitar 100 liter berupa solar, minyak tanah, dan premium,” tandasnya.

“Untuk pengelolaan sampah organik dapat menghasilkan biogas. Selain itu pengelolaan sampah organik ini untuk pembuatan pupuk organik, pupuk organik padat, serta penangkaran Maggot BSF,” pungkasnya. (Yanti)

Baca Juga :  DRA Berhasil Ciptakan Inovasi Berbasis Komoditas Karet